Home
>
News
>
Publication
>
Proyeksi Kelebihan Pasokan Tahun Depan Batasi Pergerakan Minyak
Proyeksi Kelebihan Pasokan Tahun Depan Batasi Pergerakan Minyak
Wednesday, 10 November 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.15910

-0.03%

GBPUSD

1.35560

-0.05%

AUDUSD

0.73760

-0.12%

NZDUSD

0.71250

-0.11%

USDJPY

112.850

0.04%

USDCHF

0.91120

0.02%

USDCAD

1.24350

-0.02%

GOLDUD

1831.510

-0.24%

COFR

1203707

-0.33%

USD/IDR

14240

0.07%

Fokus Crude Oil:

  1. Aramco peringatkan potensi penyusutan kapasitas minyak cadangan tahun depan akibat rebound perjalanan udara.
  2. AS prediksi pasar minyak global akan kelebihan pasokan pada awal tahun depan.


Rabu, 10 November 2021 - Penurunan stok minyak AS dalam sepekan serta ditambah dengan ekspektasi kenaikan permintaan minyak pada tahun depan memberikan dukungan pada harga minyak. Meski demikian, proyeksi bernada negatif dari EIA akan ancaman kelebihan pasokan, membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Data mingguan yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 2.49 juta barel, yang sekaligus merupakan penurunan pertama kali sejak kenaikan selama 6 pekan berturut-turut. Data tersebut mengindikasikan kenaikan permintaan jangka pendek yang dipicu oleh pelonggaran pembatasan pandemi khususnya untuk perjalanan via udara. Sementara untuk angka resmi dari badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) akan dirilis malam nanti.

Turut mendukung harga minyak, Chief Executive Officer Saudi Aramco, Amin Nasser pada hari Selasa mengatakan bahwa kapasitas cadangan di pasar minyak global berpotensi menyusut secara signifikan pada tahun depan akibat rebound perjalanan udara serta minimnya investasi di antara produsen. Nasser juga menambahkan bahwa konsumsi minyak secara total akan naik di atas 100 juta bph pada tahun 2022, mendekati level sebelum pandemi.

Senada dengan pernyataan dari Aramco, Chief Executive Officer Vitol Group, Russell Hardy pada hari Selasa juga menyatakan optimis bahwa permintaan minyak global akan melebihi level 2019 selama kuartal pertama 2022 nanti. Grup pedagang minyak independen terbesar dunia itu memperkirakan permintaan akan kembali ke sekitar 100 juta bph. Selain itu, Hardy juga menambahkan dari sisi pasokan akan tetap ketat karena kapasitas produksi cadangan dari produsen OPEC hanya sekitar 2 juta hingga 3 juta bph, dan pertumbuhan produksi minyak AS di tahun 2022 akan kurang dari 1 juta bph.

Sementara untuk sentimen negatif yang membebani pergerakan harga minyak datang dari laporanOutlook Energi Jangka Pendek yang dirilis hari Selasa oleh EIA, yang memproyeksikan pasar minyak global akan mengalami kelebihan pasokan yang memicu harga kembali turun pada awal tahun depan. EIA memperkirakan harga minyak jenis WTI akan turun di bawah $80 per barel pada Desember dan mencapai level terendah $62 pada akhir tahun depan. Sementara untuk minyak Brent akan turun menjadi rata-rata $72 per barel.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,220,000 - 1,240,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,180,000 - 1,160,000 per barel. 

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:30

USA - EIA Crude Oil Domestic Production

-

-

11.5M

22:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

-

2.125M

3.291M

22:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

-

-1.193M

-1.488M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788