Home
>
News
>
Publication
>
Potensi Tambahan Pasokan Venezuela Bebani Pergerakan Minyak
Potensi Tambahan Pasokan Venezuela Bebani Pergerakan Minyak
Wednesday, 18 May 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.05480

-0.13%

GBPUSD

1.24900

-0.08%

AUDUSD

0.70280

-0.24%

NZDUSD

0.63600

-0.09%

USDJPY

129.370

-0.17%

USDCHF

0.99370

0.02%

USDCAD

1.28100

0.13%

GOLDUD

1814.000

-001%

COFU

110.77

0.04%

USD/IDR

14635

0.14%

Fokus Crude Oil:

  1. AS berikan wewenang pada Chevron untuk bernegosiasi dengan pemerintah Venezuela.
  2. Produksi minyak Rusia turun hampir 9% pada bulan April, ungkap data dari OPEC+.

***************************************************************

Rabu, 18 Mei 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi dipicu oleh potensi tambahan pasokan dari Venezuela serta terhambatnya rencana UE untuk mengembargo minyak Rusia. Meski demikian, di saat yang sama laporan terbaru dari OPEC+ serta data stok minyak dari API mendukung pergerakan harga minyak.

Pemerintahan Biden memberi wewenang kepada perusahaan minyak asal AS, Chevron Corp, untuk membuka pembicaraan dengan pemerintah Maduro, dan sementara mencabut larangan diskusi semacam itu, kata pejabat senior AS pada hari Selasa. Sinyal AS meringankan beberapa sanksi pada Venezuela memicu harapan akan dilanjutkannya kembali kontak antara Chevron dan PDVSA, yang sekaligus berpotensi memulihkan produksi minyak Venezuela yang merupakan negara pemilik cadangan minyak mentah terbesar pertama dunia.

Turut membebani pergerakan harga minyak, Hungaria belum menunjukkan isyarat mendukung usulan embargo minyak Rusia, yang membuat rencana Uni Eropa (UE) tersebut berpotensi terhambat lebih lanjut. Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban menekankan bahwa dibutuhkan biaya setidaknya 770 juta euro atau setara $810 juta jika Hungaria turut menyepakati embargi tersebut, dimana 550 juta euro diperlukan untuk merombak kilangnya, dan 220 juta euro lagi untuk jaringan pipa dari Kroasia. UE diperkirakan akan mengusulkan beberapa investasi minggu ini untuk membantu negara-negara yang paling bergantung pada pasokan Rusia, termasuk kelonggaran bagi Hungaria dan Slovakia hingga akhir 2024 untuk berpartisipasi dalam embargo, dan Republik Ceko hingga Juni tahun yang sama.

Sementara itu, dalam laporan yang dirilis hari Selasa oleh OPEC+ menunjukkan bahwa produksi minyak mentah Rusia pada bulan April mencapai 9.16 juta bph atau turun sekitar 860 ribu bph dari produksi bulan Maret, dan hampir 1.2 juta bph di bawah output Arab Saudi. Penurunan produksi tersebut merupakan yang paling tajam sejak tahun 1990-an saat runtuhnya Uni Soviet. Selain Rusia, produsen Afrika Barat Nigeria dan Angola, juga memproduksi masing-masing 413 ribu bph dan 290 ribu bph di bawah target, sehingga secara keseluruhan menyebabkan output OPEC+ turun 2.6 juta bph di bawah komitmen produksi yang disepakati untuk bulan April.

Dari AS, persediaan minyak mentah dalam sepekan dilaporkan merosot turun sebesar 2.45 juta barel, ungkap data dari grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 13 Mei. Laporan API tersebut mengindikasikan laju permintaan yang positif di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan rilis angka resmi versi pemerintah yang akan dirilis malam nanti oleh Energy Information Administration (EIA).

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $115 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $105 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:30

USA - EIA Crude Oil Domestic Production

 

 

11.8M

22:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

1.383M

8.487M

22:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-1.333M

-3.607M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788