| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.14500 | 0.03% |
GBPUSD | 1.34190 | 0.09% |
AUDUSD | 0.73250 | 0.16% |
NZDUSD | 0.70360 | 0.10% |
USDJPY | 113.900 | -0.04% |
USDCHF | 0.92070 | -0.16% |
USDCAD | 1.25500 | -0.07% |
GOLDUD | 1867.590 | -0.45% |
COFR | 1145372 | -0.46% |
USD/IDR | 14200 | -0.07% |
Fokus Crude Oil:
Senin, 15 November 2021 - Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terpantau masih melanjutkan tren bearish sejak penutupan pekan kemarin dibebani oleh desakan agar AS segera melepas Cadangan Minyak Strategis serta potensi peningkatan pasokan minyak dari AS.
Presiden AS Joe Biden menghadapi lebih banyak desakan untuk segera memanfaatkan Cadangan Minyak Strategis dalam upaya mengatasi lonjakan harga bensin dan meredam inflasi AS yang berada pada laju tercepat dalam beberapa dekade. Pemimpin Mayoritas Senat AS, Charles Schumer pada akhir pekan mengatakan bahwa tindakan tersebut dibutuhkan segera oleh konsumen karena harga minyak telah melonjak ke level tertinggi dalam tujuh tahun pada Oktober, yang mendorong percepatan inflasi di negara konsumen minyak terbesar dunia tersebut. Harga bensin eceran AS mencapai rata-rata $4 per galon untuk pertama kalinya dalam 13 tahun, ungkap data dari AAA.
Turut membebani harga minyak, jumlah rig minyak dan gas AS naik 6 rig menjadi 556 rig dalam sepekan, level tertinggi sejak April 2020, ungkap data terbaru yang dirilis oleh perusahaan layanan jasa energi Baker Hughes. Data yang menjadi indikator awal produksi masa mendatang AS tersebut sekaligus mengindikasikan potensi peningkatan pasokan minyak dari AS.
Sementara itu, Rosneft Rusia, perusahaan minyak terbesar kedua dunia setelah Saudi Aramco, pada hari Jumat memperingatkan potensi "siklus super" di pasar energi global, yang turut meningkatkan prospek harga minyak ke level yang lebih tinggi karena permintaan akan melebihi pasokan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,160,000 - 1,180,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,120,000 - 1,100,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
20:30 | USA - Empire State Manufacturing Index | - | 22.1 | 19.8 | |||||