Home
>
News
>
Publication
>
Potensi Peningkatan Minyak Rusia Ke Asia Buat Harga Ikut Tergelincir
Potensi Peningkatan Minyak Rusia Ke Asia Buat Harga Ikut Tergelincir
Tuesday, 07 June 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.06930

-0.17%

GBPUSD

1.25300

-0.25%

AUDUSD

0.71920

-0.32%

NZDUSD

0.64910

-0.45%

USDJPY

131.860

0.60%

USDCHF

0.97070

0.13%

USDCAD

1.25780

0.14%

GOLDUD

1840.000

-0.05%

COFU

119.10

0.13%

USD/IDR

14450

0.10%

Fokus Crude Oil:

  1. India dan Rosneft membahas finalisasi kontrak terbaru pasokan minyak Rusia selama enam bulan.
  2. Citibank dan Barclays naikkan proyeksi harga minyak mentah untuk tahun 2022 dan 2023.

***************************************************************

Selasa, 07 Juni 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi dibebani oleh sinyal peningkatan pasokan minyak Rusia ke Asia. Meski demikian, proyeksi positif dari Citibank dan Barclays serta membaiknya situasi di China membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Pabrik penyulingan minyak India sedang membahas finalisasi kontrak terbaru pembelian minyak mentah Rusia selama enam bulan mendatang, yang diperkirakan akan terjadi peningkatan volume impor karena pertimbangan diskon besar-besaran dari Rosneft pasca Uni Eropa menyetujui embargo minyak Rusia, ungkap sumber yang mengetahui masalah tersebut pada hari Senin. Sumber tersebut juga menambahkan jika disepakati, maka kontrak pasokan enam bulan ini akan menjadi kontrak pembelian terpisah dari kontrak yang sudah berjalan, untuk rincian volume serta harga masih dinegosiasikan dengan bank-bank India yang akan sepenuhnya membiayai semua kargo.

India telah membeli lebih dari 40 juta barel minyak Rusia antara akhir Februari dan awal Mei, yang mencapai sekitar 20% lebih banyak dari total pembelian sepanjang tahun 2021. Impor minyak Rusia oleh India untuk Mei diperkirakan akan mencapai sekitar 740 ribu bph, naik dari 284 ribu barel pada April dan 34 ribu barel dibanding tahun sebelumnya, menurut proyeksi dari Kpler. India menduduki peringkat terbesar ketiga dunia sebagai negara importir sekaligus konsumen minyak utama, sementara untuk kawasan Asia, India merupakan konsumen minyak terbesar kedua setelah China.

Sementara itu, dalam laporan yang dirilis hari Senin, Citibank dan Barclays menaikkan perkiraan harga minyak mentah untuk 2022 dan 2023, selain itu produksi dan ekspor Rusia diperkirakan akan mengalami penurunan sekitar 1 juta hingga 1.5 juta barel per hari pada akhir 2022.

Turut mendukung pergerakan harga minyak, ibu kota Beijing dan kota pusat keuangan Shanghai yang menunjukkan sinyal positif dalam beberapa hari terakhir pasca pelonggaran pembatasan dan pembukaan penguncian memicu optimisme pemulihan ekonomi yang akan mendorong peningkatan pembelian minyak oleh China. Otoritas kesehatan Beijing melaporkan tidak ada kasus infeksi baru yang terdeteksi pada hari Senin sampai dengan pukul 3 sore waktu setempat.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $125 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $115 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

16:30

USA - Logistics Managers Index Current

 

 

69.7

19:30

USA - Trade Balance

 

-$-89.5B

$-109.8B

21:00

USA - Treasury Sec Yellen Speaks

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788