| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.12830 | -0.03% |
GBPUSD | 1.32160 | -0.11% |
AUDUSD | 0.71280 | -0.22% |
NZDUSD | 0.67530 | -0.07% |
USDJPY | 113.560 | 0.05% |
USDCHF | 0.92290 | -0.04% |
USDCAD | 1.28030 | 0.10% |
GOLDUD | 1786.810 | 0.09% |
COFR | 1018794 | -0.04% |
USD/IDR | 14325 | 0.10% |
Selasa, 14 Desember 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak tertekan dibebani oleh perkiraan akan melemahnya permintaan minyak terutama dari Asia akibat varian Omicron. Meski demikian, revisi perkiraan konsumsi global oleh OPEC serta potensi melonjaknya harga minyak akibat transisi energi membatasi penurunan harga minyak lebih lanjut.
Dalam laporan outlook pertumbuhan ekonomi Asia yang dirilis hari Selasa, Asian Development Bank (ADB) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk negara berkembang Asia pada tahun ini dan selanjutnya. ADB menambahkan bahwa meskipun Covid-19 telah surut di negara berkembang Asia, tetapi meningkatnya infeksi di seluruh dunia dan munculnya varian yang menyebar cepat menunjukkan bahwa pandemi akan membutuhkan waktu untuk berhenti. Laporan ADB tersebut mengindikasikan potensi melemahnya permintaan minyak dari Asia yang merupakan negara-negara konsumen utama seperti China, India, Jepang dan Korea Selatan.
Sementara itu, dalam laporan bulanan yang dirilis hari Senin, OPEC meningkatkan perkiraan konsumsi minyak global untuk kuartal pertama 2022 sebesar 1.1 juta bph atau setara dengan pertumbuhan konsumsi global tahunan sebelum pandemi. OPEC juga menambahkan bahwa dampak dari varian Omicron terhadap permintaan minyak global diproyeksikan akan ringan dan tidak akan bertahan lama, sehingga OPEC dan sekutunya tidak akan menciptakan surplus besar dalam kebijakan produksinya.
Turut mendukung harga minyak, Menteri Keuangan Arab Saudi Mohammed Al-Jadaan pada hari Senin memperingatkan potensi terjadinya lonjakan harga minyak yang dipicu oleh upaya transisi ke energi terbarukan membuat investasi bahan bakar fosil menjadi melambat, serta ditambah dengan alternatif bahan bakar fosil saat ini yang belum mampu memenuhi kebutuhan energi global dapat menyebabkan terjadinya kehabisan energi.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,040,000 - 1,060,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,000,000 - 980,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
20:30 | USA - Producer Price Index (PPI) MoM |
| 0.5% | 0.6% | |||||
20:30 | USA - Core PPI MoM |
| 0.4% | 0.4% | |||||