| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08990 | -0.05% |
GBPUSD | 1.24210 | -0.04% |
AUDUSD | 0.66440 | -0.06% |
NZDUSD | 0.62410 | -0.03% |
USDJPY | 132.110 | 0.42% |
USDCHF | 0.90440 | 0.17% |
USDCAD | 1.35210 | -0.08% |
GOLDUD | 2,007.170 | -0.51% |
COFU | 80.50 | 0.24% |
USD/IDR | 14,880 | 0.13% |
Senin, 10 April 2023 - Pada pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak pada tren bullish di dukung oleh sentimen dari kekhawatiran akan rencana pemogokan besar-besaran para pekerja di sektor perminyakan Laut Utara dan meningkatnya tensi di jalur pelayaran Timur Tengah. Meski demikian, optimisme kelanjutan ekspor di wilayah Kurdistan dan pernyataan dari dua anggota utama OPEC+ membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Sekitar 1,350 pekerja dari perusahaan minyak di Laut Utara Inggris berencana lakukan pemogokan pada 24 April pasca gagal mencapai kesepakatan kontrak yang baru, kata serikat perja Unite pada hari Jumat. Rencananya aksi pemogokan akan berlangsung hingga 26 April dengan melibatkan pekerja lepas pantai dari lima perusahaan, dan dikhawatirkan dapat membuat aktivitas di sektor perminyakan Laut Inggris menjadi turut terganggu, yang sekaligus membuat pasokan menjadi mengetat, terlebih dengan adanya rencana OPEC+ untuk mengurangi produksinya lebih dalam.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, tensi di jalur pelayaran di Timur Tengah meningkat dipicu oleh berita bahwa Angkatan Laut AS pada hari Sabtu menyatakan berencana untuk mengirim kapal selam rudal ke Timur Tengah untuk mendukung Armada Kelima AS yang berbasis di Bahrain. Kapal selam tersebut diperkirakan akan memasuki wilayah Timur Tengah pada hari Kamis dan akan mulai transit di Terusan Suez pada hari Jumat, kata Komandan Timothy Hawkins dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, fokus pasar juga tertuju pada kemajuan pembicaraan antara Irak dan Kurdistan yang akan bertemu pada minggu ini untuk membahas mengenai rencana melanjutkan ekspor kembali. Dalam pertemuan tersebut juga akan dihadiri oleh perwakilan dari beberapa perusahaan minyak utama dunia seperti Vitol, Petraco, Energopole, HKN Energy, dan KAR Group, ujar tiga sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut pada hari Senin. Kehadiran para pelaku ini menambah optimisme bahwa ekspor minyak dari wilayah semi-otonom Irak Kurdistan dapat segera dilanjutkan.
Sentimen negatif lainnya datang dari dua eksportir utama Timur Tengah sekaligus anggota OPEC telah menyampaikan kepada pelanggannya di Asia bahwa mereka akan menerima volume secara penuh, Saudi Aramco memberikan jaminan untuk kontrak penyerahan bulan Mei, dan Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC) untuk kontrak bulan Juni, ungkap beberapa sumber yang mengetahui masalah tersebut pada hari Senin.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:00 | USA - Wholesale Inventories |
| 0.2% | -0.3% |
22:00 | USA - Consumer Inflations Expectations |
| 4.0% | 4.2% |