| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.10340 | 0.04% |
GBPUSD | 1.31480 | 0.08% |
AUDUSD | 0.72900 | 0.25% |
NZDUSD | 0.68360 | 0.06% |
USDJPY | 118.710 | 0.08% |
USDCHF | 0.94030 | 0.01% |
USDCAD | 1.26750 | 0.05% |
GOLDUD | 1927.300 | 0.31% |
COFU | 95.34 | 0.90% |
USD/IDR | 14280 | 0.00% |
Kamis, 17 Maret 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi ke zona bullish didukung oleh proyeksi IEA akan potensi defisit pasokan global yang dipicu penurunan produksi minyak Rusia. Ancaman defisit ini juga diperkuat dengan desakan agar OPEC+ dapat menambah lebih banyak pasokan untuk mengimbangi defisit minyak dari Rusia.
International Energy Agency (IEA) pada hari Rabu mengatakan bahwa produksi minyak Rusia berpotensi turun 3 juta bph menjadi 8.6 juta bph mulai bulan depan dipicu oleh aksi pembeli yang menghindari pembelian minyak Rusia serta embargo impor atas minyak Rusia. Sebelum terjadinya invasi Ukraina, Rusia memproduksi sekitar 10 juta bph dan setengahnya ditujukan untuk ekspor. Alhasil, pasar minyak global dihadapkan dengan kondisi defisit pasokan sebesar 700 ribu bph pada kuartal kedua dan permintaan pasar yang mencapai 100 juta bph tidak dapat diimbangi oleh pasokan hingga kuartal keempat. Melihat kondisi ini, serta ditambah dengan tekanan inflasi dari kenaikan harga komoditas yang menekan pertumbuhan, membuat IEA memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan pada tahun 2022 hingga sepertiga.
Turut mendukung pergerakan harga minyak, dalam kunjungannya ke Timur Tengah pada pekan ini, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berencana untuk melobi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) agar dapat menambah lebih banyak pasokan ke pasar. Inggris, bersama sekutu Baratnya, telah berkomitmen untuk mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil Rusia pasca invasi ke Ukraina. Namun, dari peningkatan intensitas desakan Barat dan sekutunya agar OPEC+ dapat menambah lebih banyak pasokan, mengindikasikan bahwa saat ini belum ada produsen alternatif lain yang dapat mengimbangi kekurangan pasokan minyak Rusia.
Sementara itu, Dewan Keamanan PBB berencana untuk memberikan suara pada hari Jumat terkait resolusi kemanusiaan di Ukraina pasca invasi oleh Rusia. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB dijadwalkan akan bertemu pada Kamis untuk diberi pengarahan tentang Ukraina yang diinisiasi oleh AS, Albania, Inggris, Prancis, Irlandia, dan Norwegia.
Dari pasar energi AS, badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) pada Rabu malam melaporkan kenaikan stok minyak mentah dalam sepekan menjadi 4.35 juta barel, di luar prediksi sebelumnya yang memperkirakan stok akan turun sebesar 1.38 juta barel. Untuk stok bensin dilaporkan turun sebesar 3.62 juta barel, melebihi prediksi sebelumnya yang memperkirakan penurunan sebesar 1.58 juta barel. Sinyal beragam dari laporan EIA tersebut memberikan gambaran yang membingungkan bagi pasar untuk melihat arah permintaan minyak di pasar domestik AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $100 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $90 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - Unemployment Claims |
| 221K | 227K | |||||
19:30 | USA - Building Permits |
| 1.84M | 1.90M | |||||
19:30 | USA - Housing Starts |
| 1.70M | 1.64M | |||||
20:15 | USA - Industrial Production MoM |
| 0.5% | 1.4% | |||||