| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.17440 | -0.04% |
GBPUSD | 1.37150 | 0.01% |
AUDUSD | 0.72090 | 0.10% |
NZDUSD | 0.68900 | 0.06% |
USDJPY | 109.680 | 0.02% |
USDCHF | 0.91220 | 0.09% |
USDCAD | 1.26500 | 0.03% |
GOLDUD | 1805.353 | -0.19% |
COFR | 941810 | 0.67% |
USD/IDR | 14370 | 0.14% |
Fokus Crude Oil:
Selasa, 24 Agustus 2021 - Pasca ditutup menguat sebesar 6% pada perdagangan kemarin, pagi ini harga minyak terpantau masih melanjutkan tren bullish didukung oleh persetujuan penuh penggunaan vaksin Pfizer untuk orang berusia 16 tahun ke atas serta rencana perusahaan energi AS untuk mewajibkan vaksinasi bagi karyawannya.
Setelah pemberian ijin penggunaan darurat vaksin dua dosis pada bulan Desember, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pada hari Senin akhirnya memberikan persetujuan penuh bagi vaksin Pfizer-BioNTech untuk digunakan pada orang berusia 16 tahun ke atas. Melalui persetujuan tersebut, diharapkan dapat meyakinkan warga AS yang belum divaksinasi bahwa suntikan Pfizer aman dan efektif. Di hari yang sama, Presiden Joe Biden mengatakan sedang mempersiapkan untuk mewajibkan vaksin bagi personel militer dan juga mendesak agar lebih banyak pemerintah negara bagian dan lokal, serta pengusaha swasta, untuk memberlakukan mandat vaksin.
Masih dari AS, menyusul pernyataan dari FDA, perusahaan energi AS pada hari Senin mengatakan berencana untuk mewajibkan vaksinasi sebagai persyaratan bagi karyawan yang bekerja pada jarak dekat di ladang minyak dan operasi penyulingan. Pernyataan tersebut memberikan harapan bahwa dengan adanya mandat tersebut maka perusahaan energi di AS dapat beroperasi secara normal kembali.
Sementara itu, Bank Pembangunan Asia (ADB) pada hari Selasa mengatakan bahwa pandemi Covid-19 dapat mendorong sebanyak 80 juta orang di Asia yang sedang berkembang ke dalam kemiskinan yang berlebihan pada tahun terakhir, mengancam akan menggagalkan kemajuan dalam tujuan global untuk menangani kemiskinan dan kelaparan pada tahun 2030. ADB juga menambahkan di antara pelaporan ekonomi negara di Asia dan Pasifik, yang mengacu pada 46 negara berkembang dan tiga negara maju anggota ADB, hanya sekitar satu dari empat yang mencatat kemajuan keuangan tahun lalu. Pernyataan dari ADB tersebut memicu sentimen akan menurunnya laju perekonomian Asia-Pasifik, yang secara tidak langsung akan berdampak pada penurunan permintaan termasuk energi dan bahan bakar dari kawasan tersebut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 970,000 - 990,000 per barel serta kisaran Support di IDR 920,000 - 900,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
21:00 | USA - New Home Sales MoM | - | - | -6.6% | |||||
21:00 | USA - Richmond Fed Manufacturing Index | - | - | 27 | |||||