| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1418 | 0.03% |
GBPUSD | 1.3395 | -0.04% |
AUDUSD | 0.6931 | -0.07% |
NZDUSD | 0.5700 | 0.30% |
USDJPY | 162.56 | -0.02% |
USDCHF | 0.8083 | -0.09% |
USDCAD | 1.4167 | -0.01% |
GOLDUD | 4,074.40 | -0.07% |
COFU | 74.95 | -0.97% |
USD/IDR | 18,000 | 0.00% |
Kamis, 09 Juli 2026 - Setelah ditutup menguat lebih dari satu persen pada perdagangan kemarin, harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dipicu oleh sentimen dari rilisnya proyeksi terbaru IMF yang suram dan sinyal lesunya permintaan di AS. Meski demikian, eskalasi aksi saling serang AS - Iran, dan krisis bahan bakar di Rusia menjadi katalis yang membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Rabu kembali memangkas perkiraan pertumbuhan global 2026 menjadi 3,0%, dengan pertimbangan risiko berkelanjutan yang terkait dengan perang di Timur Tengah, fragmentasi perdagangan, dan potensi koreksi ekspektasi pasar terhadap AI. Pertumbuhan diperkirakan akan pulih menjadi 3,4% pada tahun 2027, tetapi angka tersebut masih di bawah rata-rata 3,5% yang terlihat pada tahun 2024 dan 2025, tambah IMF.
Turut membebani harga, persediaan minyak mentah AS meningkat sebesar 2,998 juta barel, di luar prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 2,4 juta barel, ungkap EIA dalam laporan untuk pekan yang berakhir 3 Juli. Peningkatan tersebut sekaligus menandai kenaikan pertama setelah mengalami penurunan selama sepuluh minggu berturut-turut. Laporan EIA itu mengindikasikan permintaan yang melesu di pasar minyak AS.
Sementara itu, setidaknya empat kapal tanker minyak dan gas telah berbalik arah dari upaya melintasi Selat Hormuz, menurut data pelacakan kapal yang dirilis hari Rabu. Pengalihan rute tersebut mengisyaratkan meningkatnya risiko ancaman keamanan bagi kapal yang melintasi jalur Selat Hormuz. Selain itu, AS dan Iran saling melancarkan serangan untuk hari kedua pada hari Rabu.
Dukungan lainnya datang dari Rusia yang mengumumkan larangan ekspor diesel pada hari Rabu sebagai bagian dari serangkaian langkah untuk memastikan pasokan bahan bakar domestik setelah serangan drone Ukraina terhadap kilang minyak memicu kekurangan bensin dan lonjakan harga. Larangan tersebut, yang mencakup produsen bahan bakar, akan berlaku hingga 31 Juli, kata Wakil Perdana Menteri Alexander Novak. Selain itu, sumber industri mengatakan pekan lalu bahwa Rusia telah memulai impor bensin melalui jalur laut dari India.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $77 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $72 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 218K | 215K |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1820K | 1814K |
21:00 | USA - Existing Home Sales |
| 4.20M | 4.17M |