| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1,1437 | 0,21% |
GBPUSD | 1,3596 | 0,09% |
AUDUSD | 0,714 | -0,03% |
NZDUSD | 0,6652 | 0,32% |
USDJPY | 114,95 | -0,01% |
USDCHF | 0,9194 | -0,01% |
USDCAD | 1,2677 | -0,02% |
GOLDUD | 1804,40 | 0,09% |
COFU | 90,19 | 0,82% |
USD/IDR | 14370 | 0,00% |
Fokus Crude Oil:
Jumat, 4 Februari 2022 - Harga minyak untuk pertama kalinya sejak tahun 2014 berhasil menembus zona $90/barel, dengan sentimen perdagangan datang dari masalah kekhawatiran terhadap pasokan - terkait isu geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah, serta terkait isu cuaca dingin yang terjadi di wilayah AS.
Terkait cuaca dingin di AS, sejumlah analis melihat bahwa adanya kekhawatiran atas kondisi tersebut dapat menganggu pasokan di Texas, membuat kondisi penawaran minyak dunia semakin ketat. Diberitakan bahwa lebih dari 200.000 orang di AS melaporkan mati listrik akibat cuaca yang dingin dan menjadi dampak lanjutan dari Badai Ida tahun lalu yang merusak sumber energi di Texas. Sementara dari hasil rapat OPEC+ masih mempertahankan penurunan produksi bulanan secara moderat sebesar 400.000 barel per hari. Dengan pergerakan harga yang semakin mendekati zona $100/barel, akankah OPEC akan mulai menaikan produksi secara lebih agresif?
Harga minyak melonjak tajam dan berhasil mengatasi zona resistance di areal $89/barel, yang saat ini menjadi zona support penting terdekat. Sementara zona resistance terdekatnya beralih ke zona tahun 2014 di sekitar areal $94.70 hingga ke areal $96.00. Untuk zona terjauhnya berada di areal $98.90. Sementara untuk zona support selanjutnya berada di areal $87.80 hingga ke areal $86.00.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20.30 | US - Average Hourly Earnings m/m | - | 0.5% | 0.6% |
20.30 | US - Non-Farm Employment Change | - | 110K | 199K |
20.30 | US - Unemployment Rate | - | 3.9% | 3.9% |