| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18950 | 0.09% |
GBPUSD | 1.38370 | 0.17% |
AUDUSD | 0.75110 | 0.16% |
NZDUSD | 0.69890 | 0.17% |
USDJPY | 110.510 | -0.04% |
USDCHF | 0.92040 | 0.02% |
USDCAD | 1.24000 | -0.07% |
GOLDUD | 1761.095 | 0.18% |
COFR | 1064580 | 0.11% |
USD/IDR | 14490 | 0.07% |
Fokus Crude Oil:
Rabu, 30 Juni 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau berada dalam tren bullish, didukung oleh data penurunan stok minyak mentah AS serta keyakinan OPEC dan India akan pemulihan permintaan minyak mentah di 2021. Meski demikian, lonjakan kasus Covid-19 varian Delta membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 8.15 juta barel, ungkap data dari grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 25 Juni. Malam nanti, badan statistik pemerintah, Energy Information Administration (EIA) akan merilis angka resmi untuk stok minyak mentah dan stok bensin yang diperkirakan akan terjadi penurunan masing-masing sebesar 4.69 juta barel dan 886,000 barel. Selain data stok, EIA juga akan merilis data mingguan produksi minyak mentah AS.
Sementara itu, Menteri Perminyakan dan Gas Alam India Dharmendra Pradhan pada hari Selasa mengatakan bahwa India telah kehabisan cadangan minyak strategis yang telah dibangunnya tahun lalu. Pradhan membujuk OPEC dan sekutunya untuk memoderasi harga minyak yang melonjak dan memperingatkan bahwa harga tinggi akan mendorong negara itu untuk mencari sumber impor minyak alternatif seperti Iran. Pradhan juga menambahkan keyakinannya bahwa permintaan minyak mentah akan kembali ke tingkat sebelum pandemi pada akhir 2021, yang mengindikasikan bahwa meskipun OPEC+ meningkatkan produksinya maka akan tertutupi oleh permintaan yang menguat.
Sekretaris Jenderal OPEC, Mohammad Barkindo pada hari Selasa mengatakan bahwa permintaan diperkirakan akan meningkat sebesar 6 juta bph pada tahun 2021, dengan 5 juta bph di paruh kedua tahun ini. Pernyataan tersebut semakin menambah keyakinan pasar bahwa dalam pertemuan pada 1 Juli, OPEC dan sekutunya akan meningkatkan kuota produksi untuk bulan Agustus dan seterusnya.
Di sisi lain, ancaman dari varian Delta yang merebak di banyak negara, mendorong penguncian dan pembatasan gerak baru yang berpotensi menghambat pemulihan permintaan bahan bakar. Setelah beberapa negara Eropa seperti Portugal, Spanyol dan Jerman pada hari Senin memberlakukan pembatasan perjalanan baru, Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran pada hari Selasa mengumumkan bahwa varian Delta mewakili sekitar 20% kasus Covid-19 di Prancis, naik dari perkiraan minggu lalu yang mewakili 9-10% kasus.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,080,000 - 1,100,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,050,000 - 1,030,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||