Home
>
News
>
Publication
>
Persediaan Bahan Bakar AS Merosot, Minyak Kembali Terdongkrak
Persediaan Bahan Bakar AS Merosot, Minyak Kembali Terdongkrak
Thursday, 30 December 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.13470

-0.04%

GBPUSD

1.34860

0.07%

AUDUSD

0.72530

0.07%

NZDUSD

0.68340

0.15%

USDJPY

114.950

0.08%

USDCHF

0.91460

0.07%

USDCAD

1.27940

-0.11%

GOLDUD

1803.610

-0.07%

COFR

1089351

0.46%

USD/IDR

14225

0.25%

Fokus Crude Oil:

  1. Fauci peringatkan kemungkinan lonjakan Omicron akan mencapai puncak pada akhir Januari.
  2. Rusia dan AS akan bertemu pada hari Kamis untuk membahas masalah nuklir Iran.

***************************************************************

Kamis, 30 Desember 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh sinyal positif permintaan pasar AS. Akan tetapi, potensi penerapan pembatasan dan penguncian baru dalam upaya meredam penyebaran varian Omicron mengancam laju permintaan bahan bakar yang membebani pergerakan harga minyak lebih lanjut.

Dalam laporan mingguan terbaru yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) menunjukkan produksi minyak mentah naik menjadi 11.8 juta barel, dari posisi pekan lalu di level 11.6 juta barel. Sementara untuk stok minyak turun sebesar 3.58 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 3.23 juta barel. Selain itu, stok bensin juga turun sebesar 1.46 juta barel, jauh lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 31 ribu barel. Laporan EIA tersebut semakin menguatkan laporan yang dirilis sebelumnya oleh grup industri American Petroleum Institute (API) yang menunjukkan permintaan pasar AS yang kuat.

Meski demikian, kembali melonjaknya kasus Covid-19 secara global yang dipicu oleh varian Omicron mendorong penerapan kembali pembatasan serta penguncian baru yang membebani permintaan bahan bakar. Kasus Covid-19 di AS mencapai level tertinggi baru pada hari Rabu, dimana jumlah rata-rata kasus harian yang dikonfirmasi untuk 7 hari terakhir mencapai 258,312 kasus atau tertinggi setelah rekor sebelumnya di angka 250,141 kasus pada 8 Januari tahun ini. Penasihat penyakit menular AS Anthony Fauci pada hari Rabu memperingatkan kemungkinan lonjakan varian Omicron yang saat ini berkontribusi terhadap hampir 60 persen dari total kasus di AS akan mencapai puncaknya pada akhir Januari mendatang.

Sementara itu fokus pasar juga tertuju pada pertemuan antara pejabat tinggi AS dan Rusia hari ini untuk membahas masalah nuklir Iran, sebelum dilanjutka dengan pertemuan resmi yang dijadwalkan hari Senin nanti di Wina. Sejauh ini AS memberikan sinyal pesimis akan kembalinya Iran ke dalam kesepakatan nuklir. 

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,105,000 - 1,125,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,080,000 - 1,060,000 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Unemployment Claims

 

205K

205K

21:45

USA - Chicago PMI

 

61.9

61.8

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788