| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.13470 | -0.04% |
GBPUSD | 1.34860 | 0.07% |
AUDUSD | 0.72530 | 0.07% |
NZDUSD | 0.68340 | 0.15% |
USDJPY | 114.950 | 0.08% |
USDCHF | 0.91460 | 0.07% |
USDCAD | 1.27940 | -0.11% |
GOLDUD | 1803.610 | -0.07% |
COFR | 1089351 | 0.46% |
USD/IDR | 14225 | 0.25% |
Kamis, 30 Desember 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh sinyal positif permintaan pasar AS. Akan tetapi, potensi penerapan pembatasan dan penguncian baru dalam upaya meredam penyebaran varian Omicron mengancam laju permintaan bahan bakar yang membebani pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Dalam laporan mingguan terbaru yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) menunjukkan produksi minyak mentah naik menjadi 11.8 juta barel, dari posisi pekan lalu di level 11.6 juta barel. Sementara untuk stok minyak turun sebesar 3.58 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 3.23 juta barel. Selain itu, stok bensin juga turun sebesar 1.46 juta barel, jauh lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 31 ribu barel. Laporan EIA tersebut semakin menguatkan laporan yang dirilis sebelumnya oleh grup industri American Petroleum Institute (API) yang menunjukkan permintaan pasar AS yang kuat.
Meski demikian, kembali melonjaknya kasus Covid-19 secara global yang dipicu oleh varian Omicron mendorong penerapan kembali pembatasan serta penguncian baru yang membebani permintaan bahan bakar. Kasus Covid-19 di AS mencapai level tertinggi baru pada hari Rabu, dimana jumlah rata-rata kasus harian yang dikonfirmasi untuk 7 hari terakhir mencapai 258,312 kasus atau tertinggi setelah rekor sebelumnya di angka 250,141 kasus pada 8 Januari tahun ini. Penasihat penyakit menular AS Anthony Fauci pada hari Rabu memperingatkan kemungkinan lonjakan varian Omicron yang saat ini berkontribusi terhadap hampir 60 persen dari total kasus di AS akan mencapai puncaknya pada akhir Januari mendatang.
Sementara itu fokus pasar juga tertuju pada pertemuan antara pejabat tinggi AS dan Rusia hari ini untuk membahas masalah nuklir Iran, sebelum dilanjutka dengan pertemuan resmi yang dijadwalkan hari Senin nanti di Wina. Sejauh ini AS memberikan sinyal pesimis akan kembalinya Iran ke dalam kesepakatan nuklir.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,105,000 - 1,125,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,080,000 - 1,060,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
20:30 | USA - Unemployment Claims |
| 205K | 205K | |||||
21:45 | USA - Chicago PMI |
| 61.9 | 61.8 | |||||