| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09900 | 0.05% |
GBPUSD | 1.24830 | 0.07% |
AUDUSD | 0.66870 | 0.43% |
NZDUSD | 0.62120 | 0.05% |
USDJPY | 133.120 | -0.05% |
USDCHF | 0.89580 | -0.15% |
USDCAD | 1.34400 | -0.05% |
GOLDUD | 2,013.700 | 0.23% |
COFU | 83.22 | -0.10% |
USD/IDR | 14,820 | -0.20% |
Kamis, 13 April 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi turun tipis pasca rilisnya data yang menunjukkan kenaikan ekspor produk minyak Rusia serta laporan mingguan dari EIA. Meski demikian, isyarat pengisian kembali cadangan darurat AS serta proyeksi bernada positif dari IEA berpotensi mengangkat harga minyak.
Ekspor produk minyak Rusia via jalur laut dilaporkan naik sebesar 17.3% pada bulan Maret, ungkap data dari sumber industri pada hari Rabu. Muatan ekspor produk minyak melalui pelabuhan Far East Rusia meningkat sebesar 20% setiap hari, dari 576 ribu ton menjadi 765 ribu ton, tambah sumber yang sama.
Dalam laporan yang dirilis Rabu malam, badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak mentah dalam sepekan naik sebesar 597 ribu barel, di luar prediksi awal yang memperkirakan stok minyak akan turun sebesar 583 ribu barel untuk pekan yang berakhir 7 April. Untuk stok bensin dilaporkan turun sebesar 331 ribu barel, namun penurunan tersebut jauh lebih rendah dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 1.6 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS.
Masih dari AS, pemerintahan Biden berencana untuk segera mengisi kembali Cadangan Minyak Strategis AS, dan berharap untuk mengisinya kembali dengan harga minyak yang lebih rendah jika menguntungkan pembayar pajak selama sisa tahun ini, kata Menteri Energi AS Jennifer Granholm pada hari Rabu. Granholm juga menambahkan bahwa penjualan dan pembelian tidak dapat dilakukan pada saat bersamaan.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Fatih Birol, direktur eksekutif Badan Energi Internasional, pada hari Rabu mengatakan bahwa pasar minyak global dapat mengalami pengetatan pada paruh kedua tahun 2023, yang akan mendorong harga minyak lebih tinggi. Birol juga menambahkan bahwa musim dingin mendatang diperkirakan akan menjadi tantangan bagi pasokan energi di Eropa.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $81 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Producer Price Index (PPI) MoM |
| 0.0% | -0.1% |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1814K | 1823K |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 232K | 228K |