| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.19330 | -0.09% |
GBPUSD | 1.38820 | -0.02% |
AUDUSD | 0.75870 | -0.05% |
NZDUSD | 0.70850 | -0.25% |
USDJPY | 110.740 | -0.06% |
USDCHF | 0.91760 | 0.10% |
USDCAD | 1.22900 | 0.11% |
GOLDUD | 1780.900 | -0.39% |
COFR | 1065456 | -0.09% |
USD/IDR | 14400 | 0.35% |
Fokus Crude Oil:
Senin, 28 Juni 2021 - Harga minyak pada pembukaan pekan pagi ini terpantau mengalami koreksi ke zona bearish dan bergerak di kisaran harga IDR 1,064,000 - 1,072,000 per barel. Pasar minyak mendapat dukungan dari potensi gangguan pasokan minyak Nigeria dan sinyal memanasnya tensi AS dan Iran. Meski demikian, lonjakan kasus Covid-19 di Asia membebani pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Kelompok militan di wilayah Delta yang dikenal dengan Delta Avengers pada hari Sabtu melontarkan ancaman untuk melanjutkan serangan pada instalasi minyak Nigeria yang dipicu oleh masalah pembagian jatah kekayaan minyak kepada masyarakat. Sebelumnya pada 2016, serangan dari kelompok yang sama telah berhasil mengurangi produksi minyak Nigeria hingga separuhnya, termasuk serangan terhadap pipa bawah laut yang menghancurkannya selama lebih dari setahun. Nigeria sendiri merupakan produsen minyak terbesar di Afrika dan sekaligus produsen minyak terbesar keenam di dunia.
Turut mendukung harga minyak, Ketua parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf pada hari Minggu menolak untuk menyerahkan gambar dari dalam beberapa situs nuklir Iran kepada pengawas nuklir AS karena perjanjian pemantauan dengan badan tersebut telah berakhir pekan lalu. Pengumuman tersebut berpotensi memperumit pembicaraan antara Iran dan enam kekuatan utama dunia terkait menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.
Selain itu, AS pada hari Minggu mengatakan telah melakukan serangan udara terhadap milisi yang didukung Iran di Irak dan Suriah, dimana serangan kali ini sebagai tanggapan atas serangan pesawat tak berawak oleh milisi terhadap personel dan fasilitas AS di Irak. Tindakan tersebut menambah keyakinan bahwa AS dan Iran akan sulit mencapai kesepakatan, terutama terkait pencabutan sanksi dari AS terhadap Iran.
Sementara itu, lonjakan kasus virus korona di seluruh Asia selama akhir pekan membebani pergerakan harga minyak. India pada hari Sabtu melaporkan 48,698 kasus infeksi baru selama 24 jam terakhir dan angka kematian meningkat hingga mencapai 1,183 kematian, ungkap data dari kementerian kesehatan. Australia memutuskan penguncian di kota Sydney dan Darwin serta memaksa pembatasan yang lebih ketat di empat negara bagian setelah kasus infeksi naik menjadi 110 kasus pada hari Minggu. Lonjakan kasus juga terjadi di Indonesia, Malaysia dan Thailand.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,080,000 - 1,100,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,050,000 - 1,030,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||