| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18420 | -0.06% |
GBPUSD | 1.37870 | -0.10% |
AUDUSD | 0.74280 | -0.19% |
NZDUSD | 0.69540 | -0.35% |
USDJPY | 109.790 | 0.09% |
USDCHF | 0.91550 | 0.01% |
USDCAD | 1.25300 | 0.14% |
GOLDUD | 1802.490 | 0.16% |
COFR | 1063735 | -0.46% |
USD/IDR | 14520 | 0.07% |
Fokus Crude Oil:
Jumat, 09 Juli 2021 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau kembali terkoreksi ke zona bearish setelah sebelumnya sempat rebound didukung oleh data positif persediaan minyak dan permintaan bahan bakar di AS.
Badan statistik pemerintah AS pada Rabu malam merilis laporan yang menunjukkan persediaan minyak mentah dalam sepekan turun sebesar 6.87 juta barel, lebih besar dari perkiraan yang memprediksi penurunan sebesar 4.03 juta barel. Untuk stok bensin juga turun sebesar 6.08 juta barel, jauh melebihi prediksi sebelumnya yang memperkirakan penurunan sebesar 2.18 juta barel. Sementara dari sisi produksi, EIA melaporkan kenaikan menjadi 11.3 juta barel untuk pekan yang berakhir 2 Juli, dari posisi pekan sebelumnya di level 11.1 juta barel.
Sementara itu, peningkatan kasus baru Covid-19 di Asia semakin memicu kekhawatiran akan laju pemulihan permintaan bahan bakar di kawasan tersebut. Pemimpin New South Wales (NSW) Australia pada hari Jumat mengatakan pembatasan penguncian di ibu kota negara bagian Sydney akan diperpanjang hingga melewati 16 Juli, selain itu pihak berwenang juga akan memperketat pembatasan di Sydney mulai Jumat malam. Korea Selatan juga berencana meningkatkan pembatasan ke level tertinggi di Seoul dan beberapa wilayah tetangga selama dua minggu mulai Senin, ungkap Perdana Menteri Kim Boo-kyum pada hari Jumat, setelah kasus Covid-19 baru naik ke rekor harian untuk hari kedua berturut-turut.
Untuk indikator yang dipantau pasar dalam waktu dekat ini adalah laporan mingguan jumlah rig minyak yang akan dirilis dini hari nanti oleh perusahaan layanan jasa energi AS, Baker Hughes.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,080,000 - 1,100,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,040,000 - 1,020,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
21:00 | USA - Wholesale Inventories MoM | - | 1.1% | 1% | |||||