| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.21180 | 0.03% |
GBPUSD | 1.41120 | -0.06% |
AUDUSD | 0.77110 | -0.17% |
NZDUSD | 0.71420 | -0.13% |
USDJPY | 110.060 | 0.04% |
USDCHF | 0.89980 | -0.01% |
USDCAD | 1.21400 | 0.04% |
GOLDUD | 1866.000 | -0.24% |
COFR | 1010472 | -0.37% |
USD/IDR | 14200 | 0.25% |
Fokus Crude Oil:
Selasa, 15 Juni 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi di kisaran harga IDR 1,005,000 - 1,016,000 per barel. Memudarnya potensi tambahan pasokan minyak Iran dalam waktu dekat seiring dengan pembahasan kesepakatan nuklir yang berlarut-larut memberikan dukungan pada pasar minyak. Meski demikian, penundaan pembukaan kembali di Inggris mengurangi ekspektasi pertumbuhan permintaan bahan bakar selama musim panas.
Kementerian luar negeri Iran pada hari Senin memperingatkan "sangat sedikit waktu yang tersisa" bagi kekuatan dunia untuk menyelesaikan perbedaan yang ada dalam menghidupkan kembali kesepakatan nuklir. Terlebih lagi Iran akan melakukan Pemilihan Presiden minggu ini karena jabatan Presiden Hassan Rouhani - yang terlibat dalam perundingan kesepakatan awal tahun 2015 - akan berakhir pada Agustus mendatang. Saeed Khatibzadeh, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menambahkan bahwa Iran telah mencapai kesepakatan luas dengan AS mengenai pencabutan sanksi terhadap sektor industrinya, termasuk energi, namun tidak merinci lebih lanjut mengenai pelonggaran sanksi dimaksud.
Turut mendukung harga minyak, banyak negara bagian India yang melonggarkan pembatasan pada hari Senin, termasuk di ibu kota Delhi, sejalan dengan jumlah infeksi baru yang turun ke level terendah selama dua bulan. Situasi tersebut memicu harapan akan pemulihan permintaan bahan bakar di negara konsumen minyak terbesar ketiga dunia itu.
Sementara itu di tengah optimisme pemulihan permintaan bahan bakar yang menguat di AS dan Eropa seiring dengan percepatan vaksinasi dan meningkatnya perjalanan udara dan aktifitas lalu lintas jalan raya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada hari Senin mengumumkan penundaan pelonggaran pembatasan pandemi selama empat minggu hingga 19 Juli mendatang karena lonjakan varian delta. Pengumuman tersebut memicu kekhawatiran akan mempengaruhi prospek permintaan bahan bakar selama liburan musim panas di Eropa.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,025,000 - 1,045,000 per barel serta kisaran Support di IDR 990,000 - 970,000 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |
| | | | | |
| | | | | |
| | | | | |
| | | | | |
| | | | | |
| | | | | |