| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.16740 | 0.02% |
GBPUSD | 1.36400 | -0.12% |
AUDUSD | 0.71460 | -0.20% |
NZDUSD | 0.68410 | -0.31% |
USDJPY | 109.730 | 0.00% |
USDCHF | 0.91860 | -0.14% |
USDCAD | 1.28200 | 0.26% |
GOLDUD | 1,780.165 | 0.13% |
COFR | 919,743 | 0.16% |
USD/IDR | 14,450 | 0.07% |
Fokus Crude Oil:
Jumat, 20 Agustus 2021 - Harga minyak pada penutupan pekan pagi ini bergerak stabil didukung oleh memanasnya tensi AS dengan Iran setelah rencana pengiriman minyak Iran ke Lebanon. Meski demikian, penguatan mata uang AS di tengah peningkatan penyebaran Covid-19 secara global membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Dolar menguat terhadap sebagian mata uang saingan utama pasca The Fed mengisyaratkan untuk mengurangi pembelian obligasi yang diikuti dengan kenaikan suku bunga AS, menambah tekanan turun pada harga minyak - ditransaksikan dalam dolar - yang saat ini tengah dibebani oleh ekspektasi permintaan yang lebih lemah di tengah meningkatnya kekhawatiran virus, terutama di China.
Dukungan pada harga minyak datang dari berita pengiriman bahan bakar Iran yang diatur oleh Hizbullah untuk Lebanon dan mulai berlayar pada hari Kamis. Berita tersebut mengindikasikan potensi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah sekaligus memicu peningkatan tensi antara AS dan Iran karena Iran saat ini masih berada di bawah sanksi AS.
Sementara itu, indikator yang menjadi fokus pasar dalam waktu dekat adalah laporan mingguan jumlah rig minyak yang akan dirilis dini hari nanti oleh perusahaan layanan jasa energi AS, Baker Hughes. Di pekan sebelumnya Baker Hughes melaporkan peningkatan aktivitas pengeboran AS sebesar 10 rig menjadi 397 rig, kenaikan tertinggi sejak April.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 945,000 - 965,000 per barel serta kisaran Support di IDR 900,000 - 880,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
22:00 | USA - Fed Kaplan Speech | - | - | - | |||||