| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.17360 | -0.03% |
GBPUSD | 1.38440 | -0.04% |
AUDUSD | 0.73340 | -0.20% |
NZDUSD | 0.69920 | -0.27% |
USDJPY | 110.280 | 0.03% |
USDCHF | 0.92060 | -0.10% |
USDCAD | 1.25700 | 0.10% |
GOLDUD | 1729.462 | 0.31% |
COFR | 960635 | -0.13% |
USD/IDR | 14370 | 0.14% |
Fokus Crude Oil:
Selasa, 10 Agustus 2021 - Reli bearish minyak terpantau masih terus berlanjut, dimana pagi ini harga masih berada pada kisaran level terendah dalam tiga minggu. Penurunan drastis aktifitas perjalanan di China akibat Covid-19 memicu kekhawatiran akan menekan permintaan bahan bakar lebih lanjut.
Merebaknya pandemi Covid-19 varian Delta di China memicu pemberlakuan pembatasan baru yang berdampak pada penurunan mobilitas di jalan raya dan lalu lintas udara di negara konsumen minyak terbesar kedua dunia itu. Mengutip data yang dirilis hari Senin oleh OAG, penyedia informasi penerbangan, perjalanan via udara di China mengalami penurunan terbesar sejak dimulainya pandemi, dimana jumlah kursi yang ditawarkan oleh maskapai penerbangan di China turun 32% dalam satu minggu. Sementara secara global, OAG melaporkan penurunan mingguan sebesar 6.5% akibat pasar penerbangan Eropa dan Amerika Utara yang mengalami stagnasi.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada hari Senin mengeluarkan peringatan perjalanan ke Israel, Prancis, Thailand, Islandia, dan beberapa negara lain karena meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di negara-negara tersebut. Peringatan tersebut mengindikasikan potensi lebih lanjut penurunan aktifitas perjalanan yang berdampak negatif pada permintaan bahan bakar.
Sementara itu, perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah memberikan dukungan pada pasar minyak. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Salman al-Saud pada hari Senin untuk membahas situasi terkini di Timur Tengah, terutama terkait keamanan regional akibat serangan tanker di Laut Arab baru-baru ini, dimana AS menuding Iran atas serangan tersebut. Dalam pertemuan itu, AS juga berulang kali menyerukan agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut terkait dengan krisis kemanusiaan di Yaman.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 980,000 - 1,000,000 per barel serta kisaran Support di IDR 940,000 - 920,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
17:00 | USA - NFIB Business Optimism Index | - | - | 102.5 | |||||
19:30 | USA - Nonfarm Productivity QoQ Prel | - | 3.5% | 5.4% | |||||