| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.01720 | -0.33% |
GBPUSD | 1.20270 | -0.39% |
AUDUSD | 0.68560 | -0.53% |
NZDUSD | 0.61920 | -0.45% |
USDJPY | 136.000 | 0.82% |
USDCHF | 0.97600 | 0.32% |
USDCAD | 1.29480 | 0.22% |
GOLDUD | 1741.000 | 0.00% |
COFU | 104.79 | -0.94% |
USD/IDR | 14980 | -0.11% |
Senin, 11 Juli 2022 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak tertekan dibebani oleh rencana pembatasan minyak Rusia oleh AS serta penemuan subvarian Omicron di Shanghai yang memicu kekhawatiran akan kembali diterapkan pembatasan dan penguncian di China.
Para pejabat administrasi Biden pada hari Jumat menyatakan bahwa pihaknya berencana membujuk pemerintah dan para pemimpin bisnis di seluruh dunia untuk menandatangani batas harga global pada minyak Rusia. Melalui upaya tersebut diharapkan akan dapat memaksa Rusia menjual minyaknya ke dunia dengan diskon besar-besaran. Rencananya usulan tersebut akan disampaikan saat Menteri Keuangan AS Janet Yellen menghadiri pertemuan G20 di Asia.
Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, otoritas kesehatan kota Shanghai pada hari Minggu melaporkan penemuan kasus Covid-19 dengan subvarian baru Omicron yang disebut dengan "BA.5.2.1" di distrik keuangan Pudong pada 8 Juli, yang mengindikasikan potensi pemberlakuan pembatasan yang lebih luas serta mengarah pada penguncian baru. Penduduk di beberapa distrik utama Shanghai akan menjalani dua putaran tes COVID, mulai 12-14 Juli, dalam upaya untuk mengendalikan potensi wabah baru, ungkap Zhao Dandan, wakil direktur komisi kesehatan kota Shanghai.
Sementara itu, kekhawatiran akan ketatnya pasokan gas ke Eropa semakin meningkat pasca perusahaan gas Rusia mengumumkan akan melakukan pemeliharaan pada jalur pipa Nord Stream 1 mulai 11 - 21 Juli, yang akan berdampak pada penghentian pasokan gas selama 10 hari. Pada bulan lalu, Rusia telah memangkas aliran hingga 40% dari total kapasitas pipa Nord Stream 1, yang mengangkut sekitar 55 miliar meter kubik gas per tahun dari Rusia ke Eropa.
Dukungan untuk harga minyak juga datang dari sinyal memanasnya tensi antara AS dengan Iran yang membuat potensi kembalinya barel Iran ke pasar global menjadi tertunda. Kementerian luar negeri Iran Nasser Kanaani pada hari Sabtu mengatakan bahwa rencana AS dan Israel untuk membentuk pakta pertahanan bersama dengan negara-negara Arab untuk melawan ancaman drone dan rudal Iran hanya akan meningkatkan ketegangan regional di kawasan Timur Tengah tersebut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $110 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $100 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:30 | USA - 3 Month Bill Auction |
|
| 185% |
22:30 | USA - 6 Month Bill Auction |
|
| 25% |