| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08800 | -0.15% |
GBPUSD | 1.30300 | -0.07% |
AUDUSD | 0.74120 | -0.03% |
NZDUSD | 0.68250 | -0.30% |
USDJPY | 125.340 | -0.06% |
USDCHF | 0.93060 | 0.01% |
USDCAD | 1.26270 | 0.00% |
GOLDUD | 1953.000 | 0.01% |
COFU | 95.17 | 0.68% |
USD/IDR | 14360 | 0.08% |
Selasa, 12 April 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi ke zona bullish didukung oleh sinyal memanasnya kembali tensi di Eropa timur serta penegasan sikap dari OPEC atas ketidaksanggupan untuk menutupi kekurangan pasokan akibat embargo minyak Rusia. Meski demikian, perkembangan situasi di China membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis hari Senin, seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan bahwa Rusia telah mulai memperkuat dan memasok kembali pasukannya di Donbas, Ukraina timur. Di hari yang sama, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan ribuan tentara Rusia berkumpul untuk serangan baru di timur. Sementara Rusia mengatakan tidak akan menghentikan operasi militernya di Ukraina untuk pembicaraan damai lebih lanjut. Perkembangan situasi tersebut mengisyaratkan semakin meredupnya potensi pembicaraan damai atas konflik Ukraina.
Turut mendukung pergerakan harga minyak, OPEC mengatakan bahwa embargo minyak Rusia berpotensi menyebabkan pengurangan pasokan melebihi 7 juta bph dan masalah tersebut berada di luar kendali OPEC, ungkap Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo pada hari Senin. Penegasan dari Barkindo tersebut merupakan tanggapan atas permintaan dari Komisaris Energi Uni Eropa Kadri Simson yang mengatakan bahwa untuk mengganti kekurangan minyak Rusia serta menyeimbangkan pasar merupakan tanggung jawab dari OPEC.
Sementara itu, setelah penguncian lebih dari dua minggu, Shanghai mulai melonggarkan pengunciannya di beberapa daerah pada hari Senin meskipun kasus harian Covid-19 di kota pusat keuangan China tersebut kembali mencapai rekor lebih dari 25,000 infeksi baru. Meskipun ada pelonggaran tersebut, namun Eurasia Group mengatakan bahwa kebijakan "zero-Covid" dari pemerintah China berpotensi untuk tetap menjadi hambatan pada permintaan. Group tersebut juga menambahkan bahwa penguncian di Shanghai kemungkinan akan mengurangi konsumsi minyak keseluruhan China hingga 1.3 juta bph.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $100 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $90 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Core Inflation Rate YoY |
| 6.6% | 6.4% |
19:30 | USA - Inflation Rate YoY |
| 8.4% | 7.9% |