| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.16030 | -0.08% |
GBPUSD | 1.36640 | -0.11% |
AUDUSD | 0.75230 | 0.04% |
NZDUSD | 0.71820 | 0.00% |
USDJPY | 113.980 | -0.01% |
USDCHF | 0.90890 | 0.19% |
USDCAD | 1.23670 | 0.10% |
GOLDUD | 1793.360 | -0.18% |
COFR | 1194309 | 0.49% |
USD/IDR | 14240 | 0.11% |
Fokus Crude Oil:
Selasa, 02 November 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau kembali bergerak bullish didukung oleh penegasan OPEC+ untuk tidak menambah lebih banyak pasokan serta persediaan minyak China yang merosot ke level terendah dalam empat tahun.
Menyusul pernyataan sebelumnya dari anggota utama OPEC yaitu Arab Saudi, Irak, Aljazair, Angola dan Nigeria dalam beberapa hari terakhir, Kuwait pada hari Senin turut menegaskan sinyal untuk menolak meningkatkan produksi lebih cepat sesuai yang diserukan oleh AS, India dan Jepang pada akhir pekan kemarin. OPEC dan sekutunya dijadwalkan akan bertemu pada hari Kamis ini untuk menentukan kuota produksi selanjutnya. Di saat bersamaan, AS, India, Jepang dan importir minyak utama lainnya mengatakan akan terus melancarkan kampanye untuk memaksa OPEC+ agar memompa lebih banyak minyak sehingga kenaikan harga bahan bakar dapat teredam.
Sementara itu, mengutip survei yang dilakukan oleh Reuters pada hari Senin dilaporkan bahwa produksi OPEC selama bulan Oktober sebesar 27.5 juta bph atau naik 190 ribu bph dari bulan sebelumnya, yang sekaligus menandakan peningkatan tersebut lebih kecil dari yang direncanakan berdasarkan kesepakatan, yakni sebesar 400 ribu bph, dimana sekitar 254 ribu bph dibagi rata oleh 10 anggota OPEC.
Turut mendukung harga minyak, persediaan minyak komersial dan strategis telah menyusut ke level terendah sejak November 2018 dalam hal kapasitas yang terisi, menurut data survei dari perusahaan analisis data Kayrros, yang melacak pasokan di sekitar 190 terminal. Data tersebut mengindikasikan potensi China untuk meningkatkan lebih banyak pembelian, terlebih dengan upaya pemerintah merilis cadangan minyak mentah negara untuk mencegah krisis bahan bakar, justru membuat persediaan minyak semakin ketat di negara konsumen minyak terbesar kedua dunia itu.
Untuk indikator yang dipantau oleh pasar dalam waktu dekat adalah laporan mingguan pasar minyak AS yang akan dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) pada dini hari nanti, serta disusul oleh laporan resmi dari badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) pada Rabu malam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,220,000 - 1,240,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,180,000 - 1,160,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | ||
20:00 | USA - Ward Total Vehicle Sales | - | 12.5M | 12.2M | ||
21:00 | USA - IBD/TIPP Economic Optimism | - | 49.3 | 46.8 | ||