| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.07450 | 0.14% |
GBPUSD | 1.25760 | 0.02% |
AUDUSD | 0.72630 | -0.04% |
NZDUSD | 0.65580 | -0.06% |
USDJPY | 129.850 | -0.02% |
USDCHF | 0.95810 | -0.11% |
USDCAD | 1.25680 | 0.02% |
GOLDUD | 1867.000 | 0.21% |
COFU | 117.55 | -0.77% |
USD/IDR | 14420 | 0.14% |
Jumat, 03 Juni 2022 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau mengalami koreksi turun pasca OPEC+ mengumumkan akan menambah produksi hingga 50% lebih banyak dari produksi bulan Juni. Meski demikian, persetujuan akhir atas sanksi dari EU terhadap Rusia membatasi penurunan harga lebih lanjut. Di samping itu, laporan stok dari EIA serta ancaman badai di AS turut mendukung harga minyak.
Dalam pertemuan bulanan yang berlangsung hari Kamis, OPEC+ menyetujui peningkatan produksi menjadi 648,000 bph untuk bulan Juli dan Agustus, atau naik sekitar 50% dari kuota produksi bulan Juni di level 432,000 bph. Peningkatan produksi tersebut mengindikasikan kesediaan negara-negara anggota OPEC+ untuk mengimbangi kekurangan pasokan, terutama dari Rusia yang produksinya telah turun sekitar 1 juta bph.
Sementara itu, para pemimpin Uni Eropa (UE) pada hari Kamis memberikan persetujuan akhir atas sanksi terhadap Rusia yang menargetkan embargo impor minyak yang akan berlaku penuh pada akhir 2022 serta mengeluarkan bank terbesar Rusia, Sberbank, dari daftar sistem transaksi internasional SWIFT. Melalui embargo tersebut maka kemungkinan besar produksi minyak Rusia yang saat ini telah turun 1 juta bph akan semakin merosot saat larangan itu dimulai.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, dalam laporan mingguan yang dirilis Kamis malam, badan statistik pemerintah Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak mentah AS mengalami penurunan sebesar 5.07 juta barel, jauh lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok turun sebesar 1.35 juta barel. Selain itu, stok bensin juga turun sebesar 711 ribu barel, di luar dugaan yang sebelumnya memperkirakan stok akan naik sebesar 533 ribu barel. Laporan dari EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang positif di pasar energi AS.
Masih dari AS, Pusat Badai Nasional pada hari Kamis meningkatkan perkiraan untuk musim badai Atlantik AS tahun ini yang dimulai sejak 1 Juni hingga 30 November. Ada kemungkinan 50% atau lebih dari setidaknya satu badai besar masing-masing menghantam Pantai Timur dan Teluk Meksiko, tambahnya. Sekitar setengah dari penyulingan minyak AS dan kapasitas pemrosesan gas alam terletak di antara Texas dan Mississippi, dimana Teluk Meksiko menyumbang 15% dari minyak dan 5% dari output gas alam AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $122 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $112 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Non Farm Payrolls |
| 325K | 428K |
19:30 | USA - Unemployment Rate |
| 3.5% | 3.6% |
20:45 | USA - Final Services PMI |
| 53.5 | 53.5 |
21:00 | USA - ISM Services PMI |
| 56.5 | 57.1 |