| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18600 | -0.08% |
GBPUSD | 1.38200 | 0.02% |
AUDUSD | 0.75230 | -0.15% |
NZDUSD | 0.70310 | -0.20% |
USDJPY | 111.040 | 0.06% |
USDCHF | 0.92070 | 0.18% |
USDCAD | 1.23200 | 0.19% |
GOLDUD | 1786.990 | 0.07% |
COFR | 1090691 | -0.33% |
USD/IDR | 14475 | 0.03% |
Fokus Crude Oil:
Senin, 05 Juli 2021 - Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish dibebani oleh aksi tunggu dari pelaku pasar yang menanti kepastian dari OPEC+ terkait keputusan kuota produksi yang negosiasinya telah berlarut-larut dan memicu kekhawatiran akan terulangnya kembali peningkatan produksi secara berlebih dari produsen utama OPEC+.
Pertemuan OPEC dan sekutunya yang berlangsung hari Jumat berakhir tanpa ada keputusan dan rencananya akan bertemu kembali hari ini untuk memutuskan kebijakan kuota produksi. Anggota OPEC+ selain Uni Emirat Arab (UEA) pada dasarnya telah menyetujui untuk meningkatkan pasokan sebesar 400,000 bph mulai Agustus hingga Desember 2021. UEA menentang usulan yang diajukan oleh Arab Saudi dan Rusia untuk memperpanjang masa pemangkasan produksi hingga akhir 2022, dan menuntut hak berdaulatnya untuk melakukan negosiasi terkait persyaratan yang lebih adil dalam kebijakan produksi minyak, ungkap Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al Mazrouei dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.
Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman pada hari Minggu mendesak UEA untuk melakukan kompromi dan bertindak secara rasional, terutama mengenai pernyataan UEA pada hari Minggu yang mengatakan hanya mendukung peningkatan produksi dari Agustus tetapi menyarankan untuk menunda keputusan pada pertemuan lain untuk memperpanjang pakta pasokan. Di samping itu, Pangeran Abdulaziz juga menekankan ketidakpastian permintaan selama pandemi dan potensi tambahan produksi dari Iran serta Venezuela.
Turut membebani harga minyak, perusahaan layanan jasa asal AS, Baker Hughes pada akhir pekan melaporkan kenaikan jumlah rig minyak dan gas sebesar 5 rig menjadi 475 rig untuk pekan yang berakhir 2 Juli, kenaikan terbesar sejak April 2020.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,100,000 - 1,120,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,060,000 - 1,040,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
24hr | USA - Independence Day | - | - | - | |||||