Home
>
News
>
Publication
>
Optimisme Proyeksi IEA Dukung Pergerakan Minyak
Optimisme Proyeksi IEA Dukung Pergerakan Minyak
Wednesday, 17 May 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08610

-0.08%

GBPUSD

1.24880

-0.02%

AUDUSD

0.66540

-0.14%

NZDUSD

0.62290

-0.24%

USDJPY

136.370

0.04%

USDCHF

0.89650

0.07%

USDCAD

1.34790

0.07%

GOLDUD

1,988.400

-0.17%

COFU

70.60

0.08%

USD/IDR

14,865

0.03%

Fokus Crude Oil:

  • Optimis akan pemulihan China, IEA naikkan perkiraan permintaan minyak tahun 2023.
  • Diplomat energi Rusia kunjungi Iran untuk menjalin lebih banyak kerjasama di sektor minyak dan gas.

***************************************************************

Rabu, 17 Mei 2023 - Harga minyak pagi terpantau bergerak terkoreksi menguat tipis didukung oleh proyeksi positif permintaan minyak oleh IEA serta potensi peningkatan permintaan minyak Irak. Meski demikian, isyarat peningkatan kerjasama Rusia dengan Iran, serta laporan stok API membebani pergerakan harga lebih lanjut.

Dalam Laporan Pasar Minyak bulan Mei, International Energy Agency (IEA) menaikkan proyeksi permintaan minyak tahun 2023 menjadi 2.2 juta bph karena rebound ekonomi China yang lebih kuat dari perkiraan sebelumnya. IEA memperkirakan permintaan minyak China bulan Maret naik menjadi 16 juta bph, rekor level tertinggi, yang menguatkan ekspektasi sebelumnya akan rebound yang cepat. Dari sisi konsumsi dilaporkan naik sebesar 450 ribu bph secara bulanan atau sebesar 1.4 juta bph secara tahunan, dan 150 ribu bph di atas rekor bulanan yang ditetapkan pada November 2021. Data tersebut menunjukkan permintaan minyak China sepanjang kuartal I-2023 merupakan tiga dari lima bulan tertinggi dalam catatan permintaan China.

Sentimen positif lainnya datang dari potensi peningkatan permintaan minyak Irak setelah Menteri Energi Lebanon Walid Fayad pada hari Selasa menyetujui kesepakatan untuk meningkatkan volume bahan bakar minyak berat yang dipasok dari Irak sebesar 50% menjadi 1.5 juta metrik ton pada tahun ini. Fayad juga menambahkan bahwa Irak juga telah menyetujui kesepakatan komersial untuk menyediakan 2 juta metrik ton minyak mentah per tahun ke negara tetangganya.

Sementara itu, Deputi Perdana Menteri Rusia Alexander Novak, yang bertanggung jawab atas diplomasi energi, memulai kunjungan resminya ke Iran pada Selasa untuk bertemu dengan Menteri Perminyakan Iran Javad Owji guna menjalin lebih banyak kerjasama di sektor minyak dan gas. Isyarat kerjasama dari kedua produsen minyak tersebut mengindikasikan potensi peningkatan pasokan minyak kedepan.

Dari sisi pasokan, grup industri American Petroleum Institute (API) melaporkan bahwa stok minyak mentah naik sebesar 3.69 juta barel untuk pekan yang berakhir 12 Mei. Untuk stok bensin dilaporkan turun sebesar 2.46 juta barel. Data dari API tersebut memicu keraguan akan gambaran permintaan minyak di AS. Pasar menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh Energy Information Administration (EIA) untuk melihat lebih jelas arah permintaaan di pasar energi AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $73 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $68 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-0.920M

2.951M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-1.060M

-3.168M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788