Home
>
News
>
Publication
>
Optimisme Proyeksi EIA Dukung Minyak Kembali Bangkit
Optimisme Proyeksi EIA Dukung Minyak Kembali Bangkit
Wednesday, 12 April 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.09120

0.11%

GBPUSD

1.24240

0.10%

AUDUSD

0.66510

0.20%

NZDUSD

0.61880

0.10%

USDJPY

133.700

-0.06%

USDCHF

0.90320

-0.14%

USDCAD

1.34640

-0.04%

GOLDUD

2,003.590

0.42%

COFU

81.44

0.12%

USD/IDR

14,850

0.16%

Fokus Crude Oil:

  • Pertumbuhan produksi OPEC pada tahun 2023 akan menyusut sebesar 500 ribu bph, kata EIA.
  • Irak ajukan petisi ke pengadilan tinggi AS untuk memberlakukan arbitrase terhadap Turki.

***************************************************************

Rabu, 12 April 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak pada tren bullish didukung oleh sentimen positif pasca rilisnya laporan proyeksi jangka pendek dari EIA, dan kekhawatiran akan kembali terganggunya ekspor minyak Irak via Turki. Meski demikian, peringatan krisis keuangan dari IMF membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Dalam laporan Outlook Energi Jangka Pendek yang dirilis pada hari Selasa, Energy Information Administration (EIA) memproyeksikan produksi OPEC akan mengalami penurunan sebesar 500 ribu bph pada tahun ini, kemudian akan naik sebesar 1 juta bph pada tahun 2024 setelah berakhirnya perjanjian pemangkasan produksi saat ini. Sementara untuk produksi non-OPEC diperkirakan akan naik sebesar 1.9 juta bph pada tahun ini, dan akan meningkat lebih lanjut sebesar 1 juta bph pada tahun 2024, tambah EIA. Dari sisi permintaan, EIA mengatakan akan tetap relatif stabil, di mana konsumsi pada 2023 akan meningkat sebesar 1.4 juta bph dan 1.8 juta bph pada tahun 2024.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Irak dilaporkan telah mengajukan petisi ke pengadilan federal AS guna mendesak pemberlakuan putusan arbitrase terhadap Turki, menyusul keputusan yang ditetapkan bulan lalu oleh International Chamber of Commerce (ICC), menurut dokumen yang diajukan ke pengadilan pada hari Senin. Menurut sumber yang mengetahui kasus tersebut, Turki diperintahkan untuk membayar Irak sekitar $1.5 miliar sebelum bunga dalam putusan yang mencakup 2014-2018. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan kembali mengganggu proses ekspor minyak via Turki.

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Selasa memperingatkan bahwa kerentanan sistem keuangan yang mengintai dapat meletus menjadi krisis baru dan membanting pertumbuhan global tahun ini, tetapi mendesak negara-negara anggota untuk terus memperketat kebijakan moneter untuk melawan inflasi yang terus-menerus tinggi. Prospek ekonomi global diperkirakan tumbuh sebesar 2.8% pada tahun ini, lebih rendah dari pertumbuhan tahun 2022 di level 3.4 persen.

Dari sisi pasokan, grup industri American Petroleum Institute (API) melaporkan stok minyak mentah dan bensin di AS dalam sepekan melonjak naik masing-masing sebesar 377 ribu barel dan 452 ribu barel. Laporan API untuk pekan yang berakhir 7 April itu mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh Energy Information Administration (EIA).

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $79 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-0.583M

-3.739M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-1.600M

-4.119M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788