| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18380 | 0.01% |
GBPUSD | 1.37740 | 0.01% |
AUDUSD | 0.73640 | -0.03% |
NZDUSD | 0.70690 | -0.10% |
USDJPY | 109.990 | -0.03% |
USDCHF | 0.91510 | 0.03% |
USDCAD | 1.26200 | 0.06% |
GOLDUD | 1813.638 | -0.02% |
COFR | 973133 | -0.38% |
USD/IDR | 14250 | 0.21% |
Fokus Crude Oil:
Kamis, 02 September 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau berada di tren bearish dibebani oleh keputusan OPEC+ untuk tetap meningkatkan produksi sesuai rencana serta ditambah dengan sejumlah katalis yang membebani pergerakan harga minyak antara lain kenaikan tak terduga stok bensin AS, penurunan jumlah penumpang pesawat AS dan juga penegasan Iran untuk tetap meningkatkan ekspor terlepas dari sanksi AS.
Badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) pada Rabu malam merilis laporan mingguan pasar minyak AS yang menunjukkan stok minyak mentah AS turun sebesar 7.17 juta barel, melebihi prediksi yang memperkirakan penurunan sebesar 3.09 juta barel. Meski demikian, stok bensin secara tak terduga naik sebesar 1.29 juta barel, di luar prediksi yang sebelumnya memperkirakan stok bensin akan turun sebesar 1.63 juta barel. Selain itu, EIA juga melaporkan kenaikan produksi minyak mentah untuk pekan yang berakhir 27 Agustus naik menjadi 11.5 juta barel, dari posisi pekan lalu di level 11.4 juta barel. Kenaikan stok bensin dan produksi minyak tersebut mengindikasikan terjadi penurunan permintaan bahan bakar di AS seiring dengan mulai berakhirnya musim mengemudi di musim panas.
Masih dari AS, Administrasi Keamanan Transportasi merilis laporan jumlah penumpang maskapai penerbangan AS pada hari Selasa sebesar 1,345 juta penumpang pesawat, turun 33% dibanding periode yang sama pada tahun 2019, yang sekaligus merupakan jumlah harian terendah sejak 11 Mei pada saat kasus Covid-19 melonjak di AS.
Turut membebani pergerakan harga minyak, dalam pertemuan hari Rabu, OPEC dan sekutunya sepakat untuk tetap meningkatkan produksi sebesar 400,000 bph sesuai yang disetujui dalam pertemuan bulan Juli lalu, dengan pertimbangan harga minyak yang telah pulih dari kemerosotan pertengahan Agustus dan prospek pasokan yang relatif ketat untuk sisa tahun ini.
Sementara itu, Menteri Perminyakan Iran Javad Owji pada hari Rabu menegaskan tekad Iran untuk meningkatkan ekspor minyaknya meskipun sanksi AS terhadap sektor minyak Iran belum dicabut. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran akan potensi pasokan berlebih dengan tambahan barel Iran ke pasar minyak global.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 990,000 - 1,010,000 per barel serta kisaran Support di IDR 940,000 - 920,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - Trade Balance | - | $-71B | $-75.7B | |||||
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims | - | 2775K | 2862K | |||||
19:30 | USA - Initial Jobless Claims | - | 345K | 353K | |||||
21:00 | USA - Factory Orders MoM | - | 0.3% | 1.5% | |||||