| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18610 | 0.05% |
GBPUSD | 1.38420 | 0.25% |
AUDUSD | 0.75290 | 0.33% |
NZDUSD | 0.70230 | 0.67% |
USDJPY | 110.950 | -0.12% |
USDCHF | 0.92210 | -0.07% |
USDCAD | 1.23400 | -0.09% |
GOLDUD | 1791.623 | 0.37% |
COFR | 1088808 | 1.84% |
USD/IDR | 14450 | 0.13% |
Fokus Crude Oil:
Selasa, 06 Juli 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau masih melanjutkan tren bullish didukung oleh sentimen dari keputusan OPEC+ yang memicu kekhawatiran akan pasokan yang lebih ketat dari yang diharapkan. Selain itu, tanda-tanda pelonggaran pembatasan di Eropa menguatkan harapan akan pemulihan permintaan bahan bakar.
Dalam lanjutan pembicaraan pada hari Senin, OPEC dan sekutunya gagal mencapai kesepakatan untuk meningkatkan produksi mulai Agustus, sehingga OPEC+ memutuskan untuk mempertahankan batas produksi saat ini untuk Agustus. Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga belum memutuskan tanggal untuk pertemuan berikutnya, ungkap pernyataan dari Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo. Keputusan OPEC+ untuk tidak meningkatkan produksi mulai Agustus, memicu kekhawatiran akan pasokan yang lebih ketat di tengah pemulihan permintaan dari pandemi.
Menyikapi hasil pertemuan OPEC+, juru bicara Gedung Putih pada hari Senin mendesak dilakukannya solusi kompromi yang memungkinkan peningkatan produksi sesuai yang diusulkan sebelumnya. Pengetatan produksi akan semakin mendorong kenaikan harga minyak, yang saat ini telah berada di level tertinggi sejak 2018, dan berpotensi untuk memicu kekhawatiran inflasi, yang dapat menghambat pemulihan ekonomi AS dari resesi, tambah juru bicara Gedung Putih.
Turut mendukung harga minyak, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada hari Senin mengumumkan rencana untuk mengakhiri pembatasan sosial dan ekonomi di Inggris mulai 19 Juli mendatang, dengan keputusan akhir akan diambil minggu depan. Otoritas kesehatan Jerman pada hari Senin mencabut Inggris, India, Portugal dan Rusia dari daftar "daerah yang menjadi perhatian varian", serta mengurangi pembatasan perjalanan bagi orang-orang yang datang dari negara-negara tersebut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,120,000 - 1,140,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,070,000 - 1,050,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
20:45 | USA - Markit Composite PMI Final | - | 63.9 | 68.7 | |||||
20:45 | USA - Markit Services PMI Final | - | 64.8 | 70.4 | |||||
21:00 | USA - ISM Non-Manufacturing PMI | - | 63.5 | 64 | |||||
21:00 | USA - IBD/TIPP Economic Optimism | - | - | 56.4 | |||||