| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.15970 | 0.06% |
GBPUSD | 1.36710 | 0.07% |
AUDUSD | 0.74150 | 0.04% |
NZDUSD | 0.70320 | 0.24% |
USDJPY | 113.670 | 0.18% |
USDCHF | 0.92310 | 0.00% |
USDCAD | 1.23660 | -0.08% |
GOLDUD | 1795.555 | 0.01% |
COFR | 1146424 | 0.38% |
USD/IDR | 14070 | 0.11% |
Fokus Crude Oil:
Jumat, 15 Oktober 2021 - Harga minyak pada penutupan pekan pagi ini terpantau kembali bergerak bullish didukung oleh sinyal OPEC+ yang menolak untuk menambah lebih banyak pasokan ditengah potensi peningkatan permintaan minyak akibat krisis listrik.
Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan melonjak naik sebesar 6.09 juta barel, lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan kenaikan sebesar 702 ribu barel, ungkap laporan dari badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) yang dirilis Kamis malam. Namun, untuk stok bensin secara tak terduga merosot turun sebesar 1.96 juta barel, melebihi prediksi yang memperkirakan penurunan hanya sebesar 83 ribu barel. EIA mengatakan bahwa kenaikan stok minyak ini merupakan hal yang wajar karena proses pemeliharaan di kilang dan pemulihan permintaan global mendorong produsen bahan bakar di AS memproduksi lebih banyak bensin dan solar, ungkap EIA.
Turut mendukung harga minyak, Arab Saudi menolak seruan dari AS agar OPEC+ dapat menambah lebih banyak pasokan minyak ke pasar guna meredam kenaikan harga bensin di AS yang telah mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun serta potensi meningkatnya tagihan pemanas untuk musim dingin nanti. Saudi mengatakan bahwa pembatasan produksi bertujuan untuk melindungi pasar minyak dari pergerakan liar harga seperti yang terlihat di pasar gas alam dan batu bara.
Dalam laporan bulanan yang dirilis hari Kamis, IEA meningkatkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global pada tahun 2022 sebesar 210,000 bph, sehingga total permintaan pada 2022 akan mencapai 99.6 juta bph. IEA menambahkan bahwa peningkatan tersebut didorong oleh sektor listrik dan industri yang mengalihkan sumber energi dari gas alam ke sumber energi lain, terutama minyak mentah. Melejitnya harga gas alam dapat menambah penggunaan minyak mentah sekitar 500,000 bph selama enam bulan ke depan, kata IEA.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,160,000 - 1,180,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,135,000 - 1,115,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - Core Retail Sales MoM | - | 0.5% | 1.8% | |||||
19:30 | USA - Retail Sales MoM | - | -0.2% | 0.7% | |||||
19:30 | USA - Empire State Manufacturing Index | - | 24.9 | 34.3 | |||||
21:00 | USA - Prelim UoM Consumer Sentiment | - | 73.5 | 72.8 | |||||
21:00 | USA - Business Inventories MoM | - | 0.7% | 0.5% | |||||