Home
>
News
>
Publication
>
NZDUSD Menguat Ditopang Pemulihan Sektor Jasa Selandia Baru
NZDUSD Menguat Ditopang Pemulihan Sektor Jasa Selandia Baru
Monday, 13 July 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1401

-0.06%

GBPUSD

1.3389

-0.08%

AUDUSD

0.6948

-0.20%

NZDUSD

0.5762

0.00%

USDJPY

161.73

0.15%

USDCHF

0.8084

0.22%

USDCAD

1.4157

0.05%

GOLDUD

4090.98

-0.16%

USD/IDR

18,064

0.00%

Fokus:

  1. Indeks sektor jasa Selandia Baru kembali ke zona ekspansi, memperkuat prospek pemulihan ekonomi.
  2. Penguatan NZD masih dibatasi oleh meningkatnya permintaan Dolar AS akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.


NZDUSD
Senin, 13 Juli 2026
- Pasangan mata uang ini bergerak menguat di kisaran 0,5762 pada perdagangan hari ini. Penguatan dolar Selandia Baru didorong oleh membaiknya indikator ekonomi domestik setelah BusinessNZ Performance of Services Index (PSI) meningkat menjadi 50,6 pada Juni, dari 48,0 yang telah direvisi pada Mei. Kenaikan tersebut menandai kembalinya sektor jasa ke fase ekspansi untuk pertama kalinya sejak Januari, memberikan sinyal bahwa aktivitas ekonomi Selandia Baru mulai menunjukkan perbaikan.

Optimisme terhadap prospek ekonomi juga diperkuat oleh BusinessNZ Performance of Composite Index yang melonjak menjadi 53,6 dari 49,9 pada bulan sebelumnya. Data tersebut mencerminkan ekspansi pertama sektor swasta secara keseluruhan sejak awal tahun sekaligus menjadi laju pertumbuhan tercepat sejak Desember 2025. Meskipun demikian, respons pasar terhadap data tersebut masih cenderung terbatas karena pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap perkembangan faktor eksternal.

Di sisi lain, ruang penguatan NZDUSD masih dibatasi oleh meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat melanjutkan operasi militernya terhadap sejumlah target di Iran. Kondisi tersebut mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang dinilai lebih aman sehingga menopang penguatan mata uang dolar AS.

Selain itu, ketidakpastian mengenai situasi di Selat Hormuz turut memperkuat sentimen hati-hati di pasar keuangan global. Laporan menyebutkan Amerika Serikat telah menyerang ratusan target di Iran dalam beberapa hari terakhir, sementara Washington dan Teheran masih menyampaikan pernyataan yang berbeda terkait kondisi jalur pelayaran tersebut. Selama tensi geopolitik tetap tinggi, potensi penguatan NZDUSD diperkirakan masih akan menghadapi tekanan dari kokohnya permintaan terhadap dolar AS. Support NZDUSD berada di area 0,5735, sementara resistance di area 0,5785.

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1,1394 pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Sentimen pasar dipengaruhi oleh memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan drone dan rudal ke sejumlah fasilitas milik sekutu AS di kawasan tersebut. Kondisi ini mendorong investor beralih ke aset yang dinilai lebih aman, sehingga memberikan tekanan pada euro.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati prospek kebijakan moneter dari Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa (ECB). Meningkatnya risiko inflasi akibat lonjakan harga energi membuat pasar kembali memperkirakan ECB masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga dalam beberapa waktu ke depan. Sementara itu, perhatian investor kini tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan The Fed. Apabila inflasi menunjukkan perlambatan, ekspektasi kenaikan suku bunga AS dapat berkurang dan berpotensi membatasi penguatan Dolar AS. Support EURUSD berada di area 1,1365, sementara resistance di area 1,1425.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini sempat bertahan di sekitar 1,3370 setelah dibuka lebih rendah pada awal pekan, meskipun belum mampu kembali menembus level 1,3400. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mereda setelah pasangan ini terkoreksi dari level tertinggi hampir empat minggu di kisaran 1,3450, namun penguatan Pound masih dibatasi oleh dominasi sentimen yang mendukung Dolar AS.

Faktor domestik Inggris sebenarnya memberikan dukungan bagi Pound melalui meredanya ketidakpastian politik dan ekspektasi bahwa Bank of England masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga. Akan tetapi, memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset lindung nilai. Kenaikan harga minyak juga memperkuat kekhawatiran terhadap inflasi global dan mendorong pasar kembali memperhitungkan peluang kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih ketat. Selanjutnya, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada komentar para pejabat FOMC serta data inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan GBPUSD dalam beberapa hari mendatang. Support GBPUSD berada di area 1,3345, sementara resistance di area 1,3415.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini memperpanjang pelemahannya pada awal pekan setelah dibuka dengan gap turun dan menjauh dari level tertinggi sekitar 0,6970 yang sempat dicapai pada akhir pekan lalu. Selama sesi Asia, harga bergerak turun ke kisaran 0,6930 karena meningkatnya minat investor terhadap Dolar AS di tengah memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah.

Kenaikan harga minyak turut memperkuat kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global, sehingga pasar kembali memperhitungkan peluang kebijakan suku bunga Federal Reserve yang tetap ketat. Walaupun demikian, struktur teknikal AUDUSD masih relatif konstruktif karena harga tetap diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 200 hari dan indikator MACD masih berada di wilayah positif. Di sisi lain, RSI yang belum menunjukkan penguatan signifikan serta kegagalan harga menembus area resistance utama mengindikasikan bahwa peluang kenaikan masih memerlukan konfirmasi tambahan, terutama setelah rilis data inflasi Amerika Serikat pada pekan ini. Support AUDUSD berada di area 0,6910, sementara resistance di area 0,6960.

USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 161,97 pada perdagangan hari ini, didorong oleh penguatan Dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran memicu peningkatan permintaan terhadap aset safe haven, sehingga mendukung penguatan USD. Di sisi lain, Jepang menghadapi risiko yang lebih besar akibat ketergantungannya pada Selat Hormuz sebagai jalur utama impor minyak mentah, sehingga sentimen terhadap Yen Jepang masih cenderung tertekan.

Selain faktor geopolitik, selisih suku bunga yang masih lebar antara Amerika Serikat dan Jepang turut menopang kenaikan USDJPY. Pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50% - 3,75% dalam pertemuan Juli, sementara suku bunga acuan Bank of Japan berada di 1,0%. Perbedaan imbal hasil tersebut menjaga daya tarik aset berdenominasi dolar dan mempertahankan aktivitas carry trade. Namun, potensi penguatan lebih lanjut masih dibayangi kemungkinan intervensi otoritas Jepang apabila pelemahan Yen dinilai berlangsung terlalu cepat. Support USDJPY berada di area 161,40, sementara resistance di area 162,40.

USDCHF - Pasangan mata uang ini melanjutkan penguatannya pada awal pekan dengan bertahan di sekitar 0,8102, seiring meningkatnya minat investor terhadap Dolar AS. Memanasnya kembali konflik di Timur Tengah mendorong arus dana menuju aset yang dianggap lebih aman, sementara lonjakan harga minyak memperbesar kekhawatiran bahwa inflasi global dapat kembali meningkat. Kombinasi kedua faktor tersebut memberikan dorongan bagi penguatan mata uang Amerika Serikat.

Di samping itu, pelaku pasar semakin memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter Federal Reserve yang tetap ketat apabila inflasi belum menunjukkan perlambatan yang signifikan. Fokus investor kini tertuju pada publikasi data CPI Amerika Serikat dan pernyataan Ketua The Fed yang diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai arah suku bunga ke depan. Walaupun franc Swiss juga memiliki status sebagai aset lindung nilai, kekuatan Dolar AS pada perdagangan hari ini masih lebih dominan sehingga mendorong USDCHF bergerak lebih tinggi. Support USDCHF berada di area 0,8075, sementara resistance di area 0,8130.

USDCAD - Pasangan mata uang ini berhasil berbalik menguat hingga mendekati 1,4165 pada awal perdagangan pekan ini setelah sebelumnya mengalami tekanan selama empat sesi berturut-turut. Penguatan tersebut didorong oleh meningkatnya minat investor terhadap Dolar AS sebagai aset lindung nilai di tengah memburuknya situasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Pelaku pasar juga mulai mengalihkan perhatian pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Selasa sebagai petunjuk arah kebijakan Federal Reserve.

Konflik di Timur Tengah semakin memanas setelah Amerika Serikat melakukan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas oleh Korps Garda Revolusi Islam melalui serangan drone dan rudal ke beberapa negara sekutu AS di kawasan. Pernyataan Iran mengenai penutupan Selat Hormuz turut meningkatkan kekhawatiran pasar dan memperkuat posisi Dolar AS. Meski demikian, pelemahan Dolar Kanada masih dibatasi oleh data tenaga kerja domestik yang lebih baik dari perkiraan serta ekspektasi bahwa Bank of Canada akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini karena tekanan inflasi relatif terkendali dan aktivitas ekonomi menunjukkan perbaikan secara bertahap.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

5:30AM

NZ

Service NZ  PSI JUN

50.6

48.3

48

4:25PM

US

Fed Bowman Speech 

 

 

 

11:30PM

US

Fed Waller Speech 

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788