Home
>
News
>
Publication
>
Nada Pesimis Ekonomi China Buat Minyak Melandai
Nada Pesimis Ekonomi China Buat Minyak Melandai
Monday, 19 June 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.09400

-0.05%

GBPUSD

1.28170

-0.05%

AUDUSD

0.68690

-0.23%

NZDUSD

0.62210

-0.05%

USDJPY

141.800

0.10%

USDCHF

0.89440

0.40%

USDCAD

1.32030

0.06%

GOLDUD

1,957.200

-0.08%

COFU

71.69

-1.09%

USD/IDR

14,970

0.07%

Fokus Crude Oil:

  • Beberapa bank besar pangkas perkiraan PDB China 2023 karena pemulihan pasca-pandemi yang goyah.
  • Irak buka tawaran kontrak eksplorasi dan pengembangan cadangan gas di 11 blok baru.

***************************************************************

Senin, 19 Juni 2023 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak melandai karena berlangsungnya libur perayaan Juneteenth di AS. Meski demikian, beberapa sentimen yang beredar di pasar memberikan tekanan pada harga, antara lain seperti pemangkasan proyeksi PDB China oleh beberapa bank besar, hingga isyarat peningkatan produksi Irak.

Sejumlah bank besar dunia antara lain UBS, Standard Chartered, Bank of America, JPMorgan, dan Nomura bank, memangkas perkiraan pertumbuhan produk domestik bruto China 2023 setelah data ekonomi China yang dirilis pekan lalu menunjukkan produksi industri dan pertumbuhan penjualan ritel bulan Mei melesat dari perkiraan, yang mengindikasikan pemulihan pasca-pandemi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu kembali goyah.

Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, Irak pada hari Minggu mengundang perusahaan asing untuk menawarkan kontrak eksplorasi dan pengembangan cadangan gas alam di 11 blok baru sehubungan dengan upaya OPEC untuk memproduksi gas alam sebagai pembangkit listrik, serta memangkas impor. Irak yang merupakan produsen terbesar kedua OPEC setelah Arab Saudi, tidak memiliki fasilitas untuk memproses gas alam yang diekstraksi bersama minyak mentah untuk menjadi bahan bakar, dan malah menggunakan impor listrik Iran untuk menghasilkan listrik.

Sementara itu, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh perusahaan energi asal AS, Baker Hughes, menunjukkan jumlah rig minyak dan gas untuk penutupan per 16 Juni, turun 8 rig menjadi 687 rig, level terendah sejak April 2022. Sentimen positif lain juga datang dari hasil Riset ANZ yang memproyeksikan potensi permintaan yang menguat karena didorong oleh musim mengemudi AS. Laporan yang dirilis pekan lalu oleh Departemen Energi AS menunjukkan permintaan bensin AS naik menjadi 9.24 juta bph, level tertinggi sejak Desember 2021.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $73 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

All Day

USA - Juneteenth

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 4050 7788