| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.16040 | 0.03% |
GBPUSD | 1.37470 | -0.04% |
AUDUSD | 0.75140 | -0.07% |
NZDUSD | 0.71650 | 0.14% |
USDJPY | 113.810 | -0.19% |
USDCHF | 0.91800 | -0.08% |
USDCAD | 1.23530 | 0.09% |
GOLDUD | 1796.508 | 0.33% |
COFR | 1166305 | -1.65% |
USD/IDR | 14180 | 0.11% |
Fokus Crude Oil:
Kamis, 28 Oktober 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau masih berada dalam tren bearish dibebani oleh laporan kenaikan stok AS yang lebih besar dari perkiraan, serta ditambah dengan potensi kembalinya barel Iran ke pasar minyak global.
Badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) merilis laporan mingguan pasar minyak AS pada Rabu malam yang menunjukkan stok minyak mentah naik sebesar 4.27 juta barel, melebihi prediksi yang memperkirakan kenaikan sebesar 1.91 juta barel. Untuk stok bensin turun sebesar 1.99 juta barel, lebih besar dari prediksi yang memperkirakan penurunan sebesar 1.86 juta barel. EIA juga menambahkan bahwa persediaan di pusat penyimpanan terbesar negara di Cushing, Oklahoma, telah turun menjadi 27.3 juta barel, level terendah sejak Oktober 2018. Situasi yang diprediksi akan bertahan dalam waktu dekat itu membuat pedagang enggan untuk menyimpan stok dalam waktu lama karena tidak menguntungkan, padahal data stok di Cushing tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk melihat arah permintaan pasar minyak.
Turut membebani pergerakan harga minyak, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Ali Bagheri Kani pada hari Rabu mengatakan bahwa Iran dan Uni Eropa telah sepakat untuk memulai kembali negosiasi mengenai kesepakatan nuklir sebelum akhir November, dan tanggal pertemuan akan diumumkan minggu depan. Pernyataan Iran tersebut menandakan prospek yang lebih besar bagi barel Iran untuk kembali ke pasar minyak global.
Sementara itu, pasokan diesel yang semakin mengetat karena meningkatnya permintaan akibat peralihan sumber bahan bakar dari gas dan batu bara untuk pembangkit listrik, memaksa pemerintah China menerapkan pembatasan penjualan diesel dan solar ke pelanggan untuk menghindari potensi kekurangan pasokan lebih jauh. Penjatahan bahan bakar tersebut memberikan dukungan pada harga minyak karena berpotensi mendongkrak kenaikan harga minyak lebih lanjut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,180,000 - 1,200,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,130,000 - 1,110,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - Advance GDP QoQ | - | 2.6% | 6.7% | |||||
19:30 | USA - Unemployment Claims | - | 290K | 290K | |||||
21:00 | USA - Pending Home Sales MoM | - | 0.4% | 8.1% | |||||