Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Tersungkur Dibebani Pemulihan Produksi Libya Serta Rencana Biden
Minyak Tersungkur Dibebani Pemulihan Produksi Libya Serta Rencana Biden
Wednesday, 22 June 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.05250

-0.18%

GBPUSD

1.22740

-0.33%

AUDUSD

0.69700

-0.52%

NZDUSD

0.63410

-0.85%

USDJPY

136.640

-0.30%

USDCHF

0.96580

0.19%

USDCAD

1.29180

0.29%

GOLDUD

1832.000

-0.38%

COFU

109.54

-4.01%

USD/IDR

14800

0.30%

Fokus Crude Oil:

  1. Produksi minyak Libya telah meningkat hingga 800 ribu bph dalam seminggu terakhir.
  2. UE berencana targetkan emas Rusia sebagai sanksi terbaru terhadap Rusia.

***************************************************************

Rabu, 22 Juni 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak tertekan dibebani oleh sinyal pemulihan produksi Libya, rencana penangguhan pajak gas federal AS serta desakan pada produsen energi AS untuk segera meningkatkan produksi. Meski demikian, isyarat penerapan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia dan krisis energi di Eropa membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Produksi minyak Libya dalam seminggu terakhir telah meningkat hingga 800 ribu bph, ungkap Menteri Energi Mohamed Oun pada hari Selasa. Sebelumnya, akibat ketegangan politik dan aksi protes di ladang minyak dan pelabuhan telah menyebabkan produksi di negara pemilik cadangan minyak terbesar di Afrika tersebut merosot hingga menjadi 100 ribu - 200 ribu bph pada 13 Juni. Pada awal pekan, Oun sempat melaporkan produksi telah naik menjadi sekitar 700 ribu bph. Meski demikian, masih ada potensi kembali terjadi penurunan pada produksi dalam beberapa hari ke depan karena ladang Waha Oil Co., yang beroperasi di timur negara itu, mungkin harus menghentikan produksi sepenuhnya karena protes, ungkap sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Turut membebani pergerakan harga, dalam upaya mengatasi kenaikan harga bensin dan inflasi, Presiden AS Joe Biden berencana menangguhkan pajak gas federal sebesar $18.4 sen per galon untuk bensin, yang akan diumumkan pada pukul 2 siang waktu setempat hari Rabu, ungkap sumber pada hari Selasa. Harga rata-rata bensin AS pada 11 Juni telah mencapai lebih dari $5 per galon untuk pertama kalinya. Selain itu, Biden juga berencana bertemu dengan 7 produsen energi pada hari Kamis guna mendesak mereka untuk meningkatkan produksi agar dapat membantu menurunkan harga bensin.

Sementara itu, para pemimpin Uni Eropa (UE) yang akan bertemu pada KTT minggu ini mengisyaratkan untuk menerapkan lebih banyak sanksi terhadap Rusia, dimana dalam daftar draft sanksi tersebut, aset emas merupakan salah satu potensi untuk dijadikan target, ungkap sumber pada hari Selasa. Selain itu, UE juga setuju untuk mendorong dukungan militer pada Ukraina serta mempercepat rencana untuk mendanai rekonstruksi Ukraina dengan besaran dana darurat baru mencapai hingga 9 miliar euro ($9.45 miliar).

Masih dari Eropa, krisis energi yang dipicu oleh pengetatan pasokan gas mulai terlihat di beberapa negara ekonomi utama UE seperti Jerman dan Italia. Aliran gas Rusia yang dipompa melalui Ukraina mulai dikurangi dan Pipa Nord Stream 1 di bawah Baltik, rute pasokan gas ke Jerman, beroperasi dengan kapasitas hanya 40 persen. Perlambatan tersebut menghambat upaya UE untuk meningkatkan pasokan gas sebelum memasuki musim dingin nanti.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $115 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $100 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

18:00

USA - MBA Mortgage Applications

 

 N/A

6.6%

20:30

USA - Fed Chair Powell Testimony

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 3002 7788