| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.15770 | 0.03% |
GBPUSD | 1.36100 | 0.12% |
AUDUSD | 0.74280 | 0.03% |
NZDUSD | 0.71090 | 0.10% |
USDJPY | 113.940 | -0.06% |
USDCHF | 0.91420 | -0.01% |
USDCAD | 1.24030 | 0.15% |
GOLDUD | 1787.300 | -0.28% |
COFR | 1184578 | -0.63% |
USD/IDR | 14260 | 0.04% |
Fokus Crude Oil:
Rabu, 03 November 2021 - Harga minyak pagi ini bergerak bearish dibebani oleh peningkatan besar jumlah stok minyak dan bensin di AS, konsumen minyak terbesar dunia. Selain itu, tekanan yang semakin intens pada OPEC+ untuk menambah pasokan turut memberikan tekanan pada harga minyak.
Dalam laporan pasar minyak AS yang dirilis dini hari tadi oleh grup industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah dan bensin mengalami kenaikan masing-masing sebesar 3.59 juta barel dan 2.25 juta barel. Data tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS. Angka resmi versi pemerintah akan dirilis malam nanti oleh badan statistik Energy Information Administration (EIA), yang diperkirakan untuk stok minyak mentah akan naik sebesar 2.23 juta barel dan stok bensin akan turun sebesar 1.33 juta barel.
Turut membebani harga minyak, dalam KTT iklim yang berlangsung di Glasgow, Skotlandia, presiden AS Joe Biden menyalahkan OPEC dan sekutunya atas terjadinya lonjakan harga minyak dan gas karena kelompok itu menolak untuk memompa lebih banyak minyak. Selain itu, Biden menyerukan negara-negara ekonomi utama agar ikut serta mendesak OPEC+ untuk menambah lebih banyak pasokan, di luar dari kuota yang telah disepakati.
Sementara itu, produksi minyak Rusia bulan Oktober naik 1.1% menjadi 10.84 juta bph, menandakan kenaikan selama bulan kedua berturut-turut yang dipicu oleh kebijakan OPEC+ untuk menambah pasokan sebesar 400 ribu bph, dimana dari jumlah tersebut Rusia memiliki kuota untuk meningkatkan produksi sebesar 100 ribu bph. Meski demikian, dalam pertemuan 4 November ini diperkirakan OPEC+ akan tetap mempertahankan kesepakatan yang telah dibuat, mengingat beberapa negara anggota produsen OPEC memiliki kendala dalam meningkatkan produksinya.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,220,000 - 1,240,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,160,000 - 1,140,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
22:30 | USA - EIA Crude Oil Domestic Production | - | - | 11.3M | |||||
22:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change | - | 2.225M | 4.267M | |||||
22:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change | - | -1.333M | -1.994M | |||||