Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Terpuruk Dibebani Data Pasokan AS Serta Meningkatnya Desakan Ke OPEC+
Minyak Terpuruk Dibebani Data Pasokan AS Serta Meningkatnya Desakan Ke OPEC+
Wednesday, 03 November 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.15770

0.03%

GBPUSD

1.36100

0.12%

AUDUSD

0.74280

0.03%

NZDUSD

0.71090

0.10%

USDJPY

113.940

-0.06%

USDCHF

0.91420

-0.01%

USDCAD

1.24030

0.15%

GOLDUD

1787.300

-0.28%

COFR

1184578

-0.63%

USD/IDR

14260

0.04%

Fokus Crude Oil:

  1. Presiden AS Joe Biden salahkan OPEC+ atas terjadinya lonjakan harga minyak dan gas.
  2. Produksi minyak Rusia bulan Oktober 1.1% lebih tinggi dibanding bulan September.


Rabu, 03 November 2021 - Harga minyak pagi ini bergerak bearish dibebani oleh peningkatan besar jumlah stok minyak dan bensin di AS, konsumen minyak terbesar dunia. Selain itu, tekanan yang semakin intens pada OPEC+ untuk menambah pasokan turut memberikan tekanan pada harga minyak.

Dalam laporan pasar minyak AS yang dirilis dini hari tadi oleh grup industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah dan bensin mengalami kenaikan masing-masing sebesar 3.59 juta barel dan 2.25 juta barel. Data tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS. Angka resmi versi pemerintah akan dirilis malam nanti oleh badan statistik Energy Information Administration (EIA), yang diperkirakan untuk stok minyak mentah akan naik sebesar 2.23 juta barel dan stok bensin akan turun sebesar 1.33 juta barel.

Turut membebani harga minyak, dalam KTT iklim yang berlangsung di Glasgow, Skotlandia, presiden AS Joe Biden menyalahkan OPEC dan sekutunya atas terjadinya lonjakan harga minyak dan gas karena kelompok itu menolak untuk memompa lebih banyak minyak. Selain itu, Biden menyerukan negara-negara ekonomi utama agar ikut serta mendesak OPEC+ untuk menambah lebih banyak pasokan, di luar dari kuota yang telah disepakati.

Sementara itu, produksi minyak Rusia bulan Oktober naik 1.1% menjadi 10.84 juta bph, menandakan kenaikan selama bulan kedua berturut-turut yang dipicu oleh kebijakan OPEC+ untuk menambah pasokan sebesar 400 ribu bph, dimana dari jumlah tersebut Rusia memiliki kuota untuk meningkatkan produksi sebesar 100 ribu bph. Meski demikian, dalam pertemuan 4 November ini diperkirakan OPEC+ akan tetap mempertahankan kesepakatan yang telah dibuat, mengingat beberapa negara anggota produsen OPEC memiliki kendala dalam meningkatkan produksinya.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,220,000 - 1,240,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,160,000 - 1,140,000 per barel. 

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:30

USA - EIA Crude Oil Domestic Production

-

-

11.3M

22:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

-

2.225M

4.267M

22:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

-

-1.333M

-1.994M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788