| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.11570 | 0.13% |
GBPUSD | 1.31310 | -0.03% |
AUDUSD | 0.75080 | -0.03% |
NZDUSD | 0.69740 | -0.06% |
USDJPY | 121.860 | 0.13% |
USDCHF | 0.92280 | 0.02% |
USDCAD | 1.24780 | 0.19% |
GOLDUD | 1932.500 | -0.34% |
COFU | 107.45 | -4.93% |
USD/IDR | 14325 | 0.12% |
Kamis, 31 Maret 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau terkoreksi bearish dipicu oleh ancaman pasokan berlebih di pasar setelah AS mengisyaratkan untuk melepas minyak dari cadangan negara secara besar-besaran. Meski demikian, sinyal OPEC+ untuk tetap mempertahankan komitmen produksinya membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Dalam laporan yang dirilis Rabu malam, badan statistik pemerintah AS Energy Information Administration (EIA) melaporkan penurunan stok minyak mentah dalam sepekan sebesar 3.45 juta barel, lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun 1.02 juta barel. Meski demikian, dari sisi produksi dilaporkan mengalami kenaikan dari 11.6 juta barel menjadi 11.7 juta barel. Selain itu, untuk stok bensin juga naik sebesar 785 ribu barel, di luar dugaan yang sebelumnya memperkirakan stok akan turun sebesar 1.74 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan bahwa permintaan bahan bakar di AS tidak sebagus yang diperkirakan.
Masih dari AS, Presiden Joe Biden sedang mempertimbangkan untuk melepaskan hingga 180 juta barel minyak selama beberapa bulan dari Cadangan Minyak Strategis (SPR), ungkap empat sumber AS pada hari Rabu. Apabila dijalankan maka langkah perilisan minyak kali ini akan menjadi yang terbesar dalam hampir 50 tahun. Pada awal Maret, negara-negara anggota International Energy Agency (IEA) mengumumkan akan melepaskan lebih dari 60 juta barel cadangan minyak, dengan 30 juta barel berasal dari cadangan minyak AS.
Berita pelepasan minyak AS secara besar-besaran yang dirilis menjelang berlangsungnya pertemuan rutin OPEC dan sekutunya berpotensi semakin menguatkan aliansi 23 negara produsen minyak untuk tetap mempertahankan komitmen produksinya. Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo pada hari Rabu mendorong anggota OPEC serta sekutunya "untuk tetap berada di jalur" mengenai keputusan kelompok tersebut, dan harus tetap "waspada dan memperhatikan kondisi pasar yang selalu berubah".
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $115 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $95 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
All Day | OPEC - JMMC Meetings |
|
|
| |||||