| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08330 | -0.47% |
GBPUSD | 1.30410 | 3.38% |
AUDUSD | 0.71850 | 0.78% |
NZDUSD | 0.67750 | -0.30% |
USDJPY | 115.840 | -1.93% |
USDCHF | 0.92060 | -0.50% |
USDCAD | 1.24950 | 1.68% |
GOLDUD | 1955.100 | -0.63% |
COFU | 102.50 | 0.89% |
USD/IDR | 14375 | -0.17% |
Kamis, 21 April 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung sejumlah sentimen positif antara lain laporan stok dari EIA, penurunan produksi minyak Libya serta harapan pemulihan permintaan di China. Meski demikian, rencana Jerman untuk berhenti mengimpor minyak Rusia mulai akhir tahun, membatasi pergerakan minyak lebih lanjut.
Dalam laporan yang dirilis Rabu malam, badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak mentah dalam sepekan turun sebesar 8.02 juta barel, diluar dugaan sebelumnya yang memperkirakan stok akan naik sebesar 2.47 juta barel. Untuk stok bensin juga mengalami penurunan sebesar 761,000 barel, namun penurunan tersebut lebih rendah dari perkiraan yaitu turun sebesar 976,000 barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan sinyal positif permintaan energi di AS.
Turut mendukung pergerakan harga minyak, Libya melaporkan kehilangan lebih dari 550,000 bph produksi minyaknya akibat blokade di ladang minyak utama dan terminal ekspor, ungkap perusahaan minyak negara National Oil Corporation (NOC) pada hari Rabu.
Dari China, harapan pemulihan prospek permintaan di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu semakin meningkat pasca pejabat kesehatan Shanghai Wu Qianyu melaporkan situasi epidemi kota dalam beberapa hari terakhir telah menunjukkan penurunan. Wu juga menambahkan tidak ada infeksi Covid-19 baru di luar area karantina di dua distrik pada hari Rabu.
Sementara itu, Jerman berencana mengakhiri impor minyak dari Rusia pada akhir tahun, ungkap Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock setelah pertemuan dengan rekan-rekan Baltiknya pada hari Rabu. Baerbock juga menegaskan bahwa Jerman berniat untuk berhenti mengimpor energi Rusia sepenuhnya.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $110 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $95 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1455K | 1475K |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 180K | 185K |
19:30 | USA - Philadelphia Fed Manufacturing Index |
| 21.5 | 27.4 |
21:00 | USA - CB Leading Index MoM |
| 0.3% | 0.3% |