| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1736 | 0.03% |
GBPUSD | 1.3536 | 0.06% |
AUDUSD | 0.7240 | 0.08% |
NZDUSD | 0.5953 | 0.20% |
USDJPY | 157.61 | 0.01% |
USDCHF | 0.7809 | -0.10% |
USDCAD | 1.3696 | -0.07% |
GOLDUD | 4,719.90 | -0.30% |
COFU | 102.16 | -1.00% |
USD/IDR | 17,490 | 0.08% |
Rabu, 13 Mei 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish menyusul sentimen dari tercapainya kesepakatan antara Irak dan Pakistan dengan Iran untuk melewati Selat Hormuz, dan sinyal positif jelang pertemuan AS - China. Meski demikian, berita serangan Saudi terhadap Iran, dan laporan stok API menjadi katalis yang mendukung harga.
Irak dan Pakistan telah mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengirimkan minyak dan gas alam cair dari Selat Hormuz, ungkap lima sumber yang mengetahui masalah tersebut. Irak mengamankan jalur aman untuk dua kapal tanker minyak yang masing-masing membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah, yang telah melewati selat tersebut pada 10 Mei, dan kini akan berupaya mendapatkan persetujuan Iran untuk lebih banyak transit, kata seorang pejabat kementerian perminyakan Irak. Sementara untuk Pakistan, dua kapal tanker yang bermuatan LNG Qatar sedang menuju Pakistan, menurut dua sumber industri.
Turut membebani harga, para pejabat senior AS dan Tiongkok sepakat bahwa tidak ada negara yang boleh mengenakan tol pengiriman di Selat Hormuz, kata Departemen Luar Negeri AS pada hari Selasa. Berita tersebut menjadi sinyal positif jelang pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pada akhir pekan ini, di mana situasi di selat tersebut termasuk dalam agenda pembahasan.
Sementara itu, pasukan Angkatan Udara Arab Saudi telah melakukan sejumlah serangan yang tidak dipublikasikan terhadap Iran pada akhir Maret, sebagai balasan atas serangan yang dilakukan di negara tersebut selama Perang Iran, ungkap sumber dari dua pejabat AS dan dua pejabat Iran pada hari Rabu. Serangan Saudi tersebut mengisyaratkan meluasnya konflik di kawasan Asia Barat dan Timur Tengah.
Dukungan lainnya datang dari laporan stok grup industri API yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 2,19 juta barel pada pekan yang berakhir 8 Mei. Penurunan tersebut melebihi ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 1,65 juta barel, dan sekaligus menandai penurunan mingguan keempat berturut-turut. Laporan stok API itu mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan rilisnya laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh EIA.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $104 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $99 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - PPI MoM |
| 0.5% | 0.5% |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -1.6M | -2.314M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| -2.55M | -2.504M |