| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09380 | -0.17% |
GBPUSD | 1.30690 | -0.31% |
AUDUSD | 0.67240 | -0.19% |
NZDUSD | 0.60610 | -0.10% |
USDJPY | 149.280 | -0.01% |
USDCHF | 0.86040 | 0.01% |
USDCAD | 1.37100 | 0.02% |
GOLDUD | 2,607.640 | 0.03% |
COFU | 73.39 | 0.60% |
USD/IDR | 15,630 | 0.22% |
Kamis, 10 Oktober 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh kekhawatiran akan eskalasi konflik antara Israel dengan Iran yang berpotensi memperluas wilayah konflik di Timur Tengah. Selain itu, isyarat keraguan OPEC+ untuk meningkatkan produksi sesuai rencana juga turut mendukung harga minyak.
Kekhawatiran akan potensi meluasnya konflik di Timur Tengah semakin meningkat pasca Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada hari Rabu menegaskan akan memberikan serangan yang mematikan, tepat, dan mengejutkan terhadap Iran. Pernyataan Gallant tersebut dilontarkan tepat setelah berakhirnya pembicaraan via telepon antara Presiden AS Joe Biden dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Di hari yang sama, Iran mengeluarkan peringatan dan berjanji akan memberikan tanggapan keras kepada negara-negara Teluk Arab yang memberikan akses wilayah udara atau pangkalan militer mereka untuk digunakan Israel dalam menyerang Iran.
Sentimen positif lainnya, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada hari Rabu mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk menilai apakah pasar akan membutuhkan volume minyak tambahan, yang direncanakan akan diproduksi oleh aliansi OPEC+ mulai Desember. Novak juga menambahkan bahwa konsumsi minyak biasanya lebih rendah pada musim gugur dan dingin, permintaan telah meningkat sejauh ini sebesar 1,8 juta bph tahun ini, namun kelompok aliansi merasa masih perlu untuk memantau situasi setiap hari. Komentar Novak tersebut mengisyaratkan keraguan akan rencana OPEC+ untuk mulai meningkatkan produksi pada bulan Desember.
Sementara itu, dalam laporan yang dirilis Rabu malam, badan statistik EIA melaporkan stok minyak mentah selama sepekan melonjak naik sebesar 5,8 juta barel, jauh lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 2 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang bearish di pasar energi AS, dan sekaligus menguatkan estimasi EIA yang sebelumnya memproyeksikan permintaan minyak yang lebih lemah di tahun ini.
Turut membebani harga, ladang minyak terbesar Kazakhstan Tengiz, yang dioperasikan oleh perusahaan besar AS Chevron, meningkatkan produksi harian ke rekor tertinggi sebesar 699.000 bph pada awal Oktober, ungkap dua sumber pada hari Rabu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $71 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Inflation Rate YoY |
| 2.3% | 2.5% |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 230K | 225K |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1830K | 1826K |
20:15 | USA - Fed Cook Speech |
|
|
|