| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1661 | -0.09% |
GBPUSD | 1.3396 | -0.10% |
AUDUSD | 0.7045 | -0.28% |
NZDUSD | 0.5722 | 1.78% |
USDJPY | 158.65 | 0.16% |
USDCHF | 0.7918 | 0.03% |
USDCAD | 1.3844 | 0.09% |
GOLDUD | 4,727.55 | -0.36% |
COFU | 96.78 | 0.27% |
USD/IDR | 16,940 | 0.47% |
Kamis, 09 April 2026 - Setelah ditutup melemah sebesar lebih dari 13% pada perdagangan kemarin, harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi bullish menyusul sinyal kerapuhan kesepakatan damai AS - Iran yang berpotensi meningkatkan kembali eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, pada hari Rabu mengatakan bahwa AS telah melanggar tiga elemen dalam perjanjian damai sementara, yaitu serangan militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon, dugaan pelanggaran wilayah udara Iran oleh pesawat drone, dan apa yang digambarkan Teheran sebagai penolakan haknya untuk memperkaya uranium. Di hari yang sama, Wakil Presiden AS JD Vance menolak klaim Teheran, dan menekankan bahwa dalam kesepakatan yang dicapai tidak mencakup konflik yang melibatkan Lebanon.
Turut meredupkan arah kesepakatan damai AS - Iran, Israel pada hari Rabu melancarkan serangan terbesarnya terhadap Lebanon yang menewaskan setidaknya 182 orang dan lebih dari 800 orang terluka. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel akan melanjutkan serangan terhadap Lebanon, termasuk untuk melawan Iran jika diperlukan. Menyusul serangan Israel tersebut, Iran mengatakan melanjutkan perundingan damai menjadi tidak masuk akal, dan Teheran juga akan memberikan respons yang menimbulkan penyesalan, jika serangan di Lebanon tidak segera dihentikan.
Dari AS, Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada hari Rabu mengatakan pasukan AS siap melanjutkan pertempuran melawan Iran jika kesepakatan melalui negosiasi gagal tercapai. Hegseth juga menambahkan bahwa Iran telah kalah secara militer dan tidak ada pilihan lain selain mencapai kesepakatan.
Sementara itu, dalam laporan EIA yang dirilis Rabu malam menunjukkan persediaan minyak mentah AS meningkat sebesar 3,1 juta barel pada pekan yang berakhir 3 April, melebihi ekspektasi awal yang memperkirakan peningkatan sebesar 701.000 barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang lemah di pasar minyak AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $99 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $94 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - GDP Growth Rate QoQ |
| 0.7% | 4.4% |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 210K | 202K |
19:30 | USA - PCE Price Index MoM |
| 0.4% | 0.3% |