| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18730 | 0.08% |
GBPUSD | 1.38300 | 0.10% |
AUDUSD | 0.73990 | 0.09% |
NZDUSD | 0.71050 | 0.15% |
USDJPY | 109.950 | -0.07% |
USDCHF | 0.91410 | -0.07% |
USDCAD | 1.25510 | 0.03% |
GOLDUD | 1809.730 | 0.23% |
COFR | 995126 | -0.04% |
USD/IDR | 14265 | -0.11% |
Fokus Crude Oil:
Jumat, 03 September 2021 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkonsolidasi didukung oleh sentimen dari gangguan produksi minyak AS di Teluk Meksiko. Meski demikian, rencana kenaikan harga eceran bensin di India serta potensi penangguhan penerbangan internasional di China hingga paruh pertama 2022 memicu potensi penurunan permintaan bahan bakar yang sekaligus membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Mengutip data yang dilaporkan pada 1 September, sebanyak 249 anjungan lepas pantai yang memiliki total kapasitas produksi sebanyak 1.46 juta bph atau sekitar 80% dari total produksi di Teluk AS masih berstatus offline. Kerusakan jalan dan listrik yang diakibatkan Badai Ida membuat produsen minyak AS mengandalkan helikopter sebagai sarana utama pengembalian kru produksi ke anjungan minyak lepas pantai di Teluk Meksiko AS. Namun, kekurangan pasokan bahan bakar di depot bahan bakar Louisiana menghambat proses pengembalian tersebut, ungkap dua orang yang mengetahui masalah tersebut pada hari Kamis.
Sementara itu, regulator penerbangan China, Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) kemungkinan akan mempertahankan batasan ketat yang diberlakukan saat ini untuk penerbangan internasional hingga paruh pertama tahun 2022. Pada bulan lalu, CAAC melaporkan penerbangan internasional secara mingguan hanya 2% dari level 2019 akibat penangguhan penerbangan karena peningkatan kasus impor Covid-19 di negara konsumen minyak terbesar kedua dunia tersebut.
Turut membebani pergerakan harga minyak, Ketua Menteri Basavaraj S Bommai pada hari Kamis mengatakan akan membahas masalah kenaikan harga bahan bakar eceran dengan Menteri Keuangan Uni Nirmala Sitharaman. Rencana tersebut memicu kekhawatiran akan menghambat proses pemulihan permintaan bahan bakar di negara konsumen minyak terbesar ketiga dunia itu, terlebih dengan adanya keberatan dari Kongres bahwa harga eceran bensin di India saat ini telah naik meskipun harga minyak mentah turun.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,020,000 - 1,040,000 per barel serta kisaran Support di IDR 980,000 - 960,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - Non Farm Payrolls | - | 750K | 943K | |||||
19:30 | USA - Unemployment Rate | - | 5.2% | 5.4% | |||||
20:45 | USA - Markit Services PMI Final | - | 55.2 | 59.9 | |||||
21:00 | USA - ISM Non Manufacturing PMI | - | 61.5 | 64.1 | |||||
21:00 | USA - ISM Non Manufacturing Business Activity | - | 62.8 | 67 | |||||