| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.17290 | 0.09% |
GBPUSD | 1.38070 | 0.05% |
AUDUSD | 0.73340 | 0.11% |
NZDUSD | 0.69990 | 0.11% |
USDJPY | 110.380 | 0.00% |
USDCHF | 0.92290 | -0.02% |
USDCAD | 1.25300 | -0.06% |
GOLDUD | 1752.443 | 0.16% |
COFR | 990581 | -0.39% |
USD/IDR | 14375 | 0.00% |
Fokus Crude Oil:
Jumat, 13 Agustus 2021 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau masih berada pada zona bearish dibebani oleh sentimen dari peringatan IEA akan perlambatan pertumbuhan minyak selama sisa tahun ini. Selain itu, isyarat kenaikan pasokan minyak global dari laporan OPEC serta merebaknya penyebaran Covid-19 khususnya di Asia membuat pergerakan harga minyak semakin tertekan.
Dalam laporan pasar minyak yang dirilis pada hari Kamis, International Energy Agency (IEA) mengatakan bahwa meningkatnya permintaan minyak mentah terhenti pada bulan Juli dan diperkirakan akan meningkat pada kecepatan yang lebih lambat selama sisa tahun 2021 karena lonjakan infeksi Covid-19 varian Delta. IEA juga memangkas tajam perkiraan permintaan minyak untuk semester kedua 2021, diturunkan lebih dari 500 ribu bph, karena pembatasan baru yang diberlakukan di beberapa negara konsumen minyak utama, terutama di Asia, berpotensi mengurangi mobilitas dan penggunaan minyak.
Berbeda dengan IEA, dalam laporan bulanan yang dirilis hari Kamis, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memilih untuk mempertahankan perkiraan permintaan minyak global tetap rebound tahun ini dan menaikkan ekspektasi pertumbuhan lebih lanjut untuk tahun 2022, termasuk kenaikan pasokan dari produsen lain yang berpotensi mengganggu upaya OPEC+ dalam mencapai keseimbangan pasar.
Sementara itu, televisi pemerintah China pada hari Kamis mengumumkan Bandara Ningbo telah menangguhkan semua penerbangan dari dan ke ibu kota Beijing terhitung sejak 11 Agustus, menyusul penghentian kegiatan di terminal Meidong dan pembatasan layanan di terminal Ningbo - keduanya merupakan anak perusahaan dari pelabuhan Ningbo Zhousan, pelabuhan peti kemas terbesar kedua di China - setelah seorang karyawan di pelabuhan Meidong dinyatakan positif Covid-19 (10/8). Berita tersebut semakin menambah kekhawatiran akan penurunan permintaan dari China selaku konsumen minyak terbesar kedua dunia.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,020,000 - 1,040,000 per barel serta kisaran Support di IDR 960,000 - 940,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - Export Prices MoM | - | 0.8% | 1.2% | |||||
19:30 | USA - Import Prices MoM | - | 0.6% | 1% | |||||
21:00 | USA - Michigan Consumer Sentiment Prel | - | 81.2 | 81.2 | |||||