| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.16940 | -0.03% |
GBPUSD | 1.36970 | 0.01% |
AUDUSD | 0.72850 | 0.04% |
NZDUSD | 0.70170 | -0.06% |
USDJPY | 110.990 | 0.05% |
USDCHF | 0.92560 | 0.02% |
USDCAD | 1.26270 | -0.09% |
GOLDUD | 1750.200 | 0.17% |
COFR | 1074878 | 0.52% |
USD/IDR | 14250 | 0.07% |
Fokus Crude Oil:
Selasa, 28 September 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau masih berada pada tren bullish di level harga tertinggi dalam tiga tahun dipicu oleh ancaman krisis pasokan serta memanasnya situasi di Timur Tengah. Selain itu, sinyal pesimisme kelanjutan negosiasi nuklir Iran juga mendukung pergerakan harga minyak.
Nigeria dan Angola dilaporkan masih berjuang untuk meningkatkan produksi ke tingkat kuota yang disepakati bersama oleh OPEC+ akibat kurangnya investasi dan masalah pemeliharaan. Sepanjang tahun ini, Nigeria dan Angola telah kekurangan produksi rata-rata 276,000 bph dari rata-rata gabungan kuota OPEC 2.83 juta bph, dan kemungkinan produksi dari kedua negara pengekspor minyak utama Afrika itu akan tetap di bawah kuota hingga akhir tahun nanti. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan terjadinya defisit pasokan global ditengah sinyal permintaan yang menguat, terlebih dengan AS yang masih berjuang memulihkan produksi pasca Badai Ida.
Turut mendukung harga, sinyal ketegangan geopolitik di Timur Tengah kian meningkat. Pesawat tak dikenal dilaporkan menyerang pangkalan milisi Iran di provinsi timur Suriah Deir al Zor dekat perbatasan Irak, ungkap sumber militer pada hari Senin. Di samping itu, aksi protes di Yaman semakin meluas terutama di daerah-daerah yang dikuasai oleh Saudi, akibat penurunan tajam mata uang yang memicu inflasi. Ratusan pemrotes di kota terbesar ketiga Yaman, Taiz, pada Senin dibubarkan oleh pasukan keamanan dengan tembakan di udara.
Sementara itu, AS pada hari Senin mendesak Iran untuk segera memberikan akses kepada International Atomic Energy Agency (IAEA) di TESA Karaj, bengkel pembuat suku cadang sentrifugal milik Iran. Desakan tersebut muncul ketika IAEA tidak diberikan akses ke lokasi bengkel dengan alasan dalam kesepakatan Iran dan IEAE pada 12 September lalu, Iran hanya menyetujui IAEA untuk memantau situs nuklir miliknya, namun tidak termasuk akses ke bengkel. Selain AS, Uni Eropa juga mendesak pemberian akses tersebut segera tanpa penundaan lebih lanjut. Berita tersebut memicu pesimisme akan arah negosiasi nuklir antara Iran dan AS yang sebelumnya dikabarkan akan segera dilanjutkan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,090,000 - 1,110,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,060,000 - 1,040,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||