Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Sentuh Level Tertinggi Tiga Tahun Dipicu Ancaman Defisit Produksi
Minyak Sentuh Level Tertinggi Tiga Tahun Dipicu Ancaman Defisit Produksi
Tuesday, 28 September 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.16940

-0.03%

GBPUSD

1.36970

0.01%

AUDUSD

0.72850

0.04%

NZDUSD

0.70170

-0.06%

USDJPY

110.990

0.05%

USDCHF

0.92560

0.02%

USDCAD

1.26270

-0.09%

GOLDUD

1750.200

0.17%

COFR

1074878

0.52%

USD/IDR

14250

0.07%

Fokus Crude Oil:

  1. Nigeria dan Angola berjuang untuk meningkatkan produksi ke level kuota sesuai yang disepakati oleh OPEC+. 
  2. Pangkalan milisi Iran di Suriah timur diserang pesawat tak dikenal; Aksi protes di Yaman meningkat dipicu inflasi.

Selasa, 28 September 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau masih berada pada tren bullish di level harga tertinggi dalam tiga tahun dipicu oleh ancaman krisis pasokan serta memanasnya situasi di Timur Tengah. Selain itu, sinyal pesimisme kelanjutan negosiasi nuklir Iran juga mendukung pergerakan harga minyak.

Nigeria dan Angola dilaporkan masih berjuang untuk meningkatkan produksi ke tingkat kuota yang disepakati bersama oleh OPEC+ akibat kurangnya investasi dan masalah pemeliharaan. Sepanjang tahun ini, Nigeria dan Angola telah kekurangan produksi rata-rata 276,000 bph dari rata-rata gabungan kuota OPEC 2.83 juta bph, dan kemungkinan produksi dari kedua negara pengekspor minyak utama Afrika itu akan tetap di bawah kuota hingga akhir tahun nanti. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan terjadinya defisit pasokan global ditengah sinyal permintaan yang menguat, terlebih dengan AS yang masih berjuang memulihkan produksi pasca Badai Ida.

Turut mendukung harga, sinyal ketegangan geopolitik di Timur Tengah kian meningkat. Pesawat tak dikenal dilaporkan menyerang pangkalan milisi Iran di provinsi timur Suriah Deir al Zor dekat perbatasan Irak, ungkap sumber militer pada hari Senin. Di samping itu, aksi protes di Yaman semakin meluas terutama di daerah-daerah yang dikuasai oleh Saudi, akibat penurunan tajam mata uang yang memicu inflasi. Ratusan pemrotes di kota terbesar ketiga Yaman, Taiz, pada Senin dibubarkan oleh pasukan keamanan dengan tembakan di udara.

Sementara itu, AS pada hari Senin mendesak Iran untuk segera memberikan akses kepada International Atomic Energy Agency (IAEA) di TESA Karaj, bengkel pembuat suku cadang sentrifugal milik Iran. Desakan tersebut muncul ketika IAEA tidak diberikan akses ke lokasi bengkel dengan alasan dalam kesepakatan Iran dan IEAE pada 12 September lalu, Iran hanya menyetujui IAEA untuk memantau situs nuklir miliknya, namun tidak termasuk akses ke bengkel. Selain AS, Uni Eropa juga mendesak pemberian akses tersebut segera tanpa penundaan lebih lanjut. Berita tersebut memicu pesimisme akan arah negosiasi nuklir antara Iran dan AS yang sebelumnya dikabarkan akan segera dilanjutkan.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,090,000 - 1,110,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,060,000 - 1,040,000 per barel.  

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30
USA - Goods Trade Balance Adv
-
$-87.4B
$-86.4B
19:30
USA - Prelim Wholesale Inventories MoM
-
0.8%
0.6%
21:00
USA - CB Consumer Confidence
-
115.2
113.8
21:00
USA - Richmond Manufacturing Index
-
12
9

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788