| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18660 | 0.04% |
GBPUSD | 1.38810 | 0.07% |
AUDUSD | 0.73610 | 0.07% |
NZDUSD | 0.69670 | 0.32% |
USDJPY | 109.300 | -0.07% |
USDCHF | 0.90550 | -0.03% |
USDCAD | 1.25100 | 0.04% |
GOLDUD | 1813.380 | -0.14% |
COFR | 1026312 | -0.38% |
USD/IDR | 14350 | 0.14% |
Fokus Crude Oil:
Selasa, 03 Agustus 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau masih melanjutkan tren bearish dibebani oleh lonjakan kasus Covid-19 di AS dan China yang memicu kekhawatiran akan penurunan permintaan minyak lebih lanjut di negara konsumen terbesar pertama dan kedua dunia itu. Fokus pasar dalam waktu dekat akan tertuju pada laporan mingguan persediaan minyak mentah AS dari grup Industri, American Petroleum Institute (API) yang akan dirilis dini hari nanti, menyusul angka resmi dari pemerintah pada Rabu malam.
Penyebaran Covid-19 varian Delta kian meluas di AS dan China yang masing-masing merupakan konsumen minyak terbesar pertama dan kedua dunia. Negara bagian Florida dan Louisiana di AS pada hari Senin melaporkan jumlah rawat inap yang hampir mendekati level tertinggi selama pandemi. Sementara di China, penyebaran kasus varian Delta ditemukan di 14 dari 32 provinsi hanya dalam kurun waktu dua minggu, dimana tempat-tempat ini, termasuk Wuhan, sebelumnya telah dinyatakan bebas virus selama berbulan-bulan.
Turut membebani pergerakan harga minyak, penyebaran Covid-19 di negara Asia lainnya yang kian mengkhawatirkan turut memicu potensi penurunan lebih lanjut permintaan minyak dari kawasan tersebut. Thailand memperluas tindakan penguncian. Australia juga memperketat pembatasan di tengah penguncian negara bagian Brisbane yang diperpanjang hingga hari Minggu. Tanda-tanda lonjakan kasus harian juga terjadi di Jepang dan Korea Selatan.
Sementara itu, dukungan pada pasar minyak datang dari tensi antara Iran dengan AS yang kian memanas di tengah negosiasi nuklir yang berlangsung saat ini memicu potensi akan tetap diberlakukannya sanksi AS terhadap ekonomi Iran, termasuk sektor perminyakan. Juru bicara kementerian luar negeri Saeed Khatibzadeh pada hari Senin menegaskan bahwa Iran akan menanggapi setiap ancaman terhadap keamanannya, setelah AS, Inggris dan Israel pada hari Minggu menuding Iran atas serangan terhadap sebuah tanker di lepas pantai Oman.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,040,000 - 1,060,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,000,000 - 980,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
21:00 | USA - Factory Orders MoM | - | 1% | 1.7% | |||||
21:00 | USA - IBD/TIPP Economic Optimism | - | - | 54.3 | |||||