| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.13190 | 0.00% |
GBPUSD | 1.34290 | -0.01% |
AUDUSD | 0.73010 | -0.22% |
NZDUSD | 0.69910 | 0.01% |
USDJPY | 114.820 | 0.02% |
USDCHF | 0.92960 | 0.06% |
USDCAD | 1.25600 | 0.04% |
GOLDUD | 1849.900 | 0.24% |
COFR | 1132708 | -0.77% |
USD/IDR | 14230 | 0.11% |
Fokus Crude Oil:
Rabu, 17 November 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau berada dalam tren bearish dibebani oleh sejumlah katalis antara lain peningkatan pasokan AS dan laporan bernada negatif dari IEA. Selain itu, kembali bangkitnya kasus Covid-19 di Eropa dan China juga ikut membebani pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Grup industri American Petroleum Institute (API) melaporkan perkembangan pasar minyak AS dalam sepekan yang menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin mengalami kenaikan masing-masing sebesar 655 ribu barel dan 2.25 juta barel. Data dari API tersebut mengindikasikan permintaan pasar yang sedang lesu. Untuk angka resmi dari pemerintah akan dirilis malam nanti oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA).
Turut membebani pergerakan harga minyak, International Energy Agency (IEA) mengatakan reli kenaikan harga minyak global akan mereda seiring kembali pulihnya produksi minyak mentah di AS dan negara lain. Dalam laporan bulanan yang dirilis hari Selasa, badan energi yang berbasis di Paris itu memperkirakan produksi minyak AS akan naik sebesar 1.1 juta bph tahun 2022. IEA juga menambahkan dari sisi penawaran dan permintaan global tahun ini dan tahun depan sebagian besar tidak berubah.
Kekhawatiran akan kembali terganggunya permintaan akibat rebound kasus Covid-19 terutama di Eropa dan China, berpotensi mendorong diberlakukannya kembali pembatasan dan penguncian yang tentunya menjadi katalis negatif bagi harga minyak. Beberapa pemimpin negara Eropa seperti Austria, Jerman dan Slovakia memberikan sinyal untuk menerapkan kembali pembatasan. Di China, kasus infeksi baru melonjak menjadi 31 kasus yang dikonfirmasi sampai 16 November, dibandingkan 22 kasus pada sehari sebelumnya.
Sementara itu, dalam konferensi energi pada hari Selasa, Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo menyatakan perlunya kehati-hatian dalam menetapkan kebijakan produksi yang akan dibahas pada pertemuan 2 Desember nanti. Barkindo menambahkan bahwa tanda-tanda peningkatan surplus pasokan minyak akan mulai terlihat pada bulan Desember.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,150,000 - 1,170,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,100,000 - 1,080,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
22:30 | USA - EIA Crude Oil Domestic Production | - | - | 11.5M | |||||
22:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change | - | 1.398M | 1.001M | |||||
22:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change | - | -0.575M | -1.555M | |||||