| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.06470 | 0.07% |
GBPUSD | 1.24820 | 0.01% |
AUDUSD | 0.71740 | -0.14% |
NZDUSD | 0.64810 | -0.15% |
USDJPY | 130.100 | -0.12% |
USDCHF | 0.96290 | -0.04% |
USDCAD | 1.26550 | 0.09% |
GOLDUD | 1846.300 | 0.00% |
COFU | 114.80 | -2.09% |
USD/IDR | 14555 | 0.14% |
Kamis, 02 Juni 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau merosot turun dibebani isyarat peningkatan produksi Saudi dan UEA jelang berlangsungnya pertemuan OPEC+. Meski demikian, sentimen positif dari pencabutan penguncian di Shanghai serta laporan dari API membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Pemimpin OPEC, Arab Saudi mengindikasikan kesediaan untuk memompa lebih banyak minyak jika produksi Rusia turun secara substansial di bawah beban sanksi, ungkap lima orang yang mengetahui diskusi tersebut pada hari Rabu. Salah satu sumber juga menambahkan bahwa ada potensi peningkatan produksi yang dijadwalkan untuk September akan dimajukan ke Juli dan Agustus, dan rencana tersebut kemungkinan akan diumumkan pada saat pertemuan OPEC+ hari Kamis.
Di hari yang sama, Uni Emirat Arab (UEA) juga memberikan isyarat peningkatan produksi. Mubadala Petroleum, perusahaan energi internasional yang berbasis di Abu Dhabi, mengumumkan telah mencapai 500,000 barel setara minyak per hari untuk pertama kalinya dalam sejarah, yang sekaligus menandai peningkatan produksi sebesar 22% dari tahun 2021.
Sementara itu, Shanghai yang mencabut penguncian secara penuh pada hari Rabu memberikan sentimen positif akan meningkatnya kembali aktifitas perekonomian yang sekaligus mendorong permintaan minyak oleh negara importir minyak terbesar dunia tersebut. Otoritas kesehatan Shanghai melaporkan 8 kasus baru per 1 Juni, turun dari 10 kasus pada sehari sebelumnya. Secara total, kasus baru di China turun menjadi 129 kasus baru per 1 Juni, dari 131 kasus sehari sebelumnya, ungkap Komisi Kesehatan Nasional.
Dari AS, persediaan minyak mentah dalam sepekan merosot turun sebesar 1.18 juta barel, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 27 Mei. Laporan tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan angka resmi versi pemerintah yang akan dirilis malam nanti oleh Energy Information Administration (EIA). Perilisan laporan baik dari API maupun EIA dirilis lebih lambat sehari dari jadwal biasanya karena berlangsungnya libur Memorial Day di AS pada akhir pekan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $120 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $105 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:00 | USA - EIA Crude Oil Domestic Production |
|
| 11.9M |
22:00 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -1.350M | -1.019M |
22:00 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| 0.533M | -0.482M |