Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Meredup Pasca Rusia Tarik Pasukan Dari Ukraina
Minyak Meredup Pasca Rusia Tarik Pasukan Dari Ukraina
Wednesday, 16 February 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.13580

-0.11%

GBPUSD

1.35340

0.04%

AUDUSD

0.71510

0.04%

NZDUSD

0.66400

-0.08%

USDJPY

115.620

0.04%

USDCHF

0.92550

-0.01%

USDCAD

1.27180

0.01%

GOLDUD

1853.010

-0.08%

COFU

92.21

-0.50%

USD/IDR

14265

0.18%

Fokus Crude Oil:

  1. Rusia telah menarik sejumlah pasukan dari perbatasan Ukraina.
  2. Rusia kirim jet tempur ke Suriah untuk latihan angkatan laut.

***************************************************************

Rabu, 16 Februari 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish pasca penarikan sejumlah pasukan Rusia dari perbatasan Ukraina yang meredakan kekhawatiran akan invasi Rusia dalam waktu dekat. Selain itu, sinyal kemajuan negosiasi nuklir juga membebani pergerakan harga minyak. Meski demikian, keyakinan pihak Barat akan invasi Rusia ke Ukraina serta laporan API memberikan dukungan pada pasar minyak dan membatasi penurunan harga lebih lanjut. 

Setelah peningkatan tensi dalam beberapa hari terakhir di Eropa timur, Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Selasa mengatakan telah menarik sejumlah pasukan dari perbatasan Ukraina dan pihaknya terbuka untuk memulai pembicaraan baru dalam upaya mengakhiri kebuntuan dengan pihak Barat. Komentar Putin tersebut meredupkan sinyal dari pihak Barat bahwa Rusia akan melakukan invasi dalam waktu dekat. Meski demikian, Presiden AS Joe Biden masih meyakini bahwa potensi invasi masih sangat mungkin, dengan pertimbangan bahwa masih terdapat sekitar 130,000 tentara Rusia di sekitar Ukraina saat ini.

Senada dengan komentar Biden, Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba juga mengatakan tidak percaya dengan upaya penarikan pasukan yang dilakukan oleh Rusia. Bahkan, pada hari Selasa, Ukraina menuding Rusia dibalik serangan dunia maya yang terjadi pada situs kementerian pertahanan dan dua bank.

Turut membebani pergerakan harga minyak, pembicaraan terkait kesepakatan nuklir Iran menunjukkan tanda-tanda kemajuan yang sekaligus berpotensi memungkinkan peningkatan ekspor minyak Iran. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov yang berbicara dengan pejabat Iran Hossein Amirabdollahian pada hari Senin mengatakan bahwa mereka mencatat "langkah maju yang nyata" dalam menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran.

Sementara itu, tensi di Timur Tengah berpotensi memanas setelah Rusia pada hari Selasa mengerahkan pembom berkemampuan nuklir jarak jauh dan jet tempur yang membawa rudal hipersonik canggih ke pangkalan udara di Suriah untuk latihan angkatan laut besar-besaran di wilayah tersebut.

Dari sisi pasokan dilaporkan bahwa persediaan minyak mentah dan bensin AS dalam sepekan turun masing-masing sebesar 1.08 juta barel dan 923 ribu barel, ungkap data yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API). Dari laporan tersebut mengindikasikan kondisi permintaan yang positif di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan angka resmi versi pemerintah yang akan dirilis malam nanti oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA).

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $93.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $90.50 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:30

USA - EIA Crude Oil Domestic Production

 

N/A

11.6M

22:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-1.572M

-4.756M

22:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

0.550M

-1.644M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788