Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Meredup Menyusul Pernyataan Gencatan Senjata Israel - Lebanon
Minyak Meredup Menyusul Pernyataan Gencatan Senjata Israel - Lebanon
Thursday, 04 June 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1590

0.16%

GBPUSD

1.3418

0.05%

AUDUSD

0.7131

-0.06%

NZDUSD

0.5862

0.12%

USDJPY

160.05

-0.11%

USDCHF

0.7915

-0.09%

USDCAD

1.3895

0.03%

GOLDUD

4,431.91

0.65%

COFU

95.75

-0.79%

USD/IDR

17,926

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Israel dan Lebanon sepakat lakukan gencatan senjata, ungkap pernyataan bersama yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS.
  • Kuwait dapat memulihkan 70% produksi dalam waktu enam hingga delapan minggu setelah Selat Hormuz dibuka kembali.

************************************************************

Kamis, 04 Juni 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi turun dibebani oleh sentimen dari pernyataan gencatan senjata antara Israel dengan Lebanon, yang turut memicu harapan akan kelanjutan negosiasi gencatan senjata untuk mengakhiri perang Iran.

Israel dan Lebanon sepakat untuk menerapkan gencatan senjata, tergantung pada penghentian total tembakan dari Hizbullah dan evakuasi semua anggotanya dari Sektor Litani Selatan, ungkap pernyataan bersama yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS pada hari Rabu, setelah negosiasi di Washington. Berita tersebut meningkatkan harapan akan ikut mendorong tercapainya kesepakatan serupa antara AS dengan Iran.

Turut membebani harga, Kuwait optimis dapat memulihkan hampir 70 persen produksi minyaknya dalam waktu enam hingga delapan minggu setelah Selat Hormuz dibuka kembali, dan sisanya 30 persen akan membutuhkan waktu sekitar satu bulan lagi, kata Direktur Pelaksana Pemasaran Internasional Kuwait Petroleum Company (KPC), Shaikh Khaled Ahmad Al-Sabah, pada hari Rabu.

Sementara itu, persediaan minyak mentah AS turun sebesar 7,97 juta barel pada pekan yang berakhir 29 Mei, melebihi ekspektasi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 4 juta barel, dan sekaligus menandai penurunan terbesar sejak Februari, ungkap EIA pada Rabu malam. Laporan stok EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS.

Dukungan lainnya datang dari serangan Ukraina yang menewaskan setidaknya 3 orang di Krimea, tepat sehari setelah Kyiv menargetkan situs energi dan militer di Saint Petersburg, kata Sergey Aksyonov, kepala wilayah Krimea yang ditunjuk Moskow, pada Kamis pagi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan risiko peningkatan perang Ukraina melalui serangan tersebut.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $97 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $92 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

213K

215K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1780K

1786K

19:30

USA - Nonfarm Productivity QoQ

 

0.5%

1.6%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788