Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Meredup Dipicu Sinyal Positif Negosiasi Nuklir Serta Pelemahan Ekonomi China
Minyak Meredup Dipicu Sinyal Positif Negosiasi Nuklir Serta Pelemahan Ekonomi China
Monday, 22 August 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.00390

-0.08%

GBPUSD

1.18220

-0.01%

AUDUSD

0.68680

-0.10%

NZDUSD

0.61650

-0.08%

USDJPY

136.870

0.35%

USDCHF

0.95770

0.15%

USDCAD

1.29970

-0.05%

GOLDUD

1747.000

-0.01%

COFU

89.63

-0.04%

USD/IDR

14850

0.20%

Fokus Crude Oil:

  1. Para pemimpin AS, Inggris, Prancis dan Jerman bahas masalah negosiasi nuklir Iran.
  2. China pangkas suku bunga pinjaman dan referensi hipotek demi menghidupkan kembali ekonomi yang tersendat.

***************************************************************

Senin, 22 Agustus 2022 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak datar dibebani oleh sinyal positif negosiasi nuklir Iran serta isyarat pelemahan ekonomi China. Meski demikian, ancaman gangguan pasokan di Timur Tengah serta Eropa membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Para pemimpin AS, Inggris, Prancis dan Jerman dilaporkan sedang membahas masalah negosiasi yang sedang berlangsung terkait program nuklir Iran, ungkap pernyataan dari Gedung Putih pada hari Minggu. Situs berita Al Jazeera pada akhir pekan juga melaporkan bahwa kesepakatan nuklir Iran sudah semakin dekat. Dalam laporan lain juga dikatakan bahwa Iran siap untuk menarik tuntutan untuk menghapus Korps Pengawal Revolusi Iran dari Daftar Organisasi Teroris AS. Perkembangan situasi tersebut mengisyaratkan optimisme akan segera tercapainya kesepakatan nuklir Iran yang sekaligus berpotensi memberikan tambahan pasokan minyak dari Iran sebesar lebih dari 1 juta bph ke pasar global.

Potensi penurunan permintaan energi dari China akibat sinyal pelemahan ekonomi juga turut membebani pergerakan harga minyak lebih lanjut. Pemerintah China berencana untuk memangkas suku bunga pinjaman acuan dan menurunkan referensi hipotek dengan margin yang lebih besar mulai hari Senin, dalam upaya untuk menghidupkan kembali ekonomi yang tersendat akibat krisis properti dan kebangkitan kembali kasus Covid. Selain itu, provinsi Sichuan di barat daya China juga tengah dilanda krisis listrik parah akibat gelombang panas dan kekeringan ekstrem, yang memaksa pemerintah untuk melakukan penjatahan pasokan listrik. Dikhawatirkan jika gelombang panas terus berlanjut, maka krisis listrik dapat meluas ke provinsi lain seperti Zhejiang dan Jiangsu yang sebagian mengandalkan pembelian listrik dari Sichuan, yang mana hal tersebut dapat membuat upaya China untuk menghidupkan kembali ekonomi semakin terbebani.

Sementara itu, pasukan Yaman yang didukung oleh Uni Emirat Arab pada hari Sabtu dilaporkan telah berhasil mengambil alih kantor di sektor minyak 4 di Ayaz di provinsi Shabwa selatan dan stasiun pipa dan menahan beberapa pasukan mereka. Memanasnya situasi di Timur Tengah tersebut memberikan dukungan pada harga minyak karena berpotensi menghambat pasokan energi dari wilayah tersebut.

Dukungan pada harga minyak juga datang dari berita penangguhan pemuatan minyak dari jaringan pipa Caspian Pipeline Consortium (CPC) sebanyak dua dari tiga jalur di terminal Laut Hitam Yuzhnaya Ozereyevka untuk inspeksi sejak 17 Agustus, ungkap dua sumber yang mengetahui masalah tersebut pada hari Sabtu.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $95 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $85 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Chicago Fed National Activity Index

 

-0.02

-0.19

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788