Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Meredup Dibebani Sinyal Peningkatan Tensi AS - China
Minyak Meredup Dibebani Sinyal Peningkatan Tensi AS - China
Monday, 17 April 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.09880

-0.14%

GBPUSD

1.24120

-0.12%

AUDUSD

0.66970

-0.10%

NZDUSD

0.62030

-0.13%

USDJPY

133.810

0.02%

USDCHF

0.89370

0.10%

USDCAD

1.33610

0.02%

GOLDUD

2,001.240

-0.11%

COFU

82.48

-0.16%

USD/IDR

14,730

0.17%

Fokus Crude Oil:

  • Pasca latihan perang China selesai, Kapal Perang AS berlayar melalui Selat Taiwan pada hari Minggu.
  • IMF melihat suku bunga yang tinggi berpotensi meningkatkan volatilitas harga minyak.

***************************************************************

Senin, 17 April 2023 - Pada pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkonsolidasi dibebani oleh isyarat peningkatan tensi antara AS dengan China yang memicu kekhawatiran akan berdampak pada pemulihan ekonomi global. Meski demikian, kekhawatiran IMF serta penurunan aktivitas minyak dan gas di AS memberikan dukungan pada harga minyak.

Kapal perang AS USS Milius berlayar melalui Selat Taiwan pada hari Minggu, yang diklaim AS sebagai kegiatan transit "rutin", kata Angkatan Laut AS pada hari Senin. Namun, tindakan tersebut berpotensi memicu eskalasi tensi antara AS dengan China, karena dilakukan oleh AS hanya dalam beberapa hari setelah China mengakhiri latihan perang terbarunya di sekitar Taiwan. Sebagaimana diketahui, latihan perang itu dilakukan oleh China sebagai ungkapan kemarahan atas pertemuan yang dilakukan antara Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dengan Ketua DPR AS Kevin McCarthy.

Turut memicu potensi eskalasi tensi lebih lanjut antara AS dengan China, pasca bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Minggu, Menteri Pertahanan China Li Shangfu mengatakan negaranya bersedia bekerja sama dengan Rusia untuk menjalin komunikasi strategis yang erat antara militer mereka, kutip media pemerintah pada hari Senin. Selain itu, Li juga menambahkan bahwa China juga bersedia memperkuat koordinasi dan kerja sama multilateral dengan Rusia.

Sementara itu, kebijakan moneter yang lebih ketat secara global telah memicu kenaikan suku bunga, inflasi dua digit selama tiga tahun berturut-turut, dan mendorong volatilitas harga minyak menjadi lebih tinggi, kata direktur IMF untuk Timur Tengah dan Asia, Jihad Azour pada hari Sabtu. Pernyataan Azour tersebut memperkuat perkiraan yang dirilis pada hari Kamis sebelumnya oleh IMF, yang memperkirakan pertumbuhan PDB di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara akan melambat menjadi 3.1 persen pada tahun 2023, dari 5.3 persen tahun lalu. Perlambatan ekonomi di Timur Tengah berpotensi membuat investasi di sektor minyak dan gas di Timur Tengah menjadi ikut terganggu, yang sekaligus akan mengancam kestabilan pasokan di pasar global.

Sentimen positif lainnya datang dari laporan survei yang dirilis hari Jumat lalu oleh Federal Reserve Bank of Kansas City, yang menunjukkan aktivitas minyak dan gas di negara bagian Midwest AS dan Mountain West menurun pada kuartal pertama dan diperkirakan akan terus melambat. Hasil survei tersebut menyusul survei sebelumnya yang dirilis bulan lalu oleh Federal Reserve Bank of Dallas, yang mengatakan aktivitas terhenti di ladang serpih AS terbesar di Texas dan prospek eksekutif minyak di seluruh wilayah memburuk.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Empire State Manufacturing Index

 

-17.7

-24.6

21:00

USA - NAHB Housing Market Index

 

45

44

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788