| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.07360 | -0.06% |
GBPUSD | 1.21200 | -0.14% |
AUDUSD | 0.69330 | -0.04% |
NZDUSD | 0.63200 | -0.06% |
USDJPY | 131.550 | 0.10% |
USDCHF | 0.92200 | 0.05% |
USDCAD | 1.34500 | 0.06% |
GOLDUD | 1,861.600 | -0.09% |
COFU | 77.68 | 0.21% |
USD/IDR | 15,100 | 0.17% |
Jumat, 10 Februari 2023 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak tertekan oleh sentimen dari peningkatan produksi minyak Rusia dan meredanya kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak dari Turki pasca gempa. Meski demikian, sinyal positif peningkatan permintaan bahan bakar di China memberikan dukungan pada harga minyak.
Di tengah embargo ketat dari Uni Eropa (UE) serta G7, produsen minyak Rusia justru meningkatkan produksi kondensat minyak dan gas sebesar 0.7% menjadi rata-rata 1.491 juta ton atau setara 10.93 juta bph pada minggu pertama Februari, kutip surat kabar harian Kommersant pada hari Kamis. Selain itu, Rusia juga meningkatkan ekspor serta berencana menerapkan diskon yang lebih besar untuk harga minyak domestik dibanding harga patokan minyak internasional. Peningkatan output paling besar berasal dari proyek Sakhalin-1 yang digarap oleh Rosneft dan memproduksi sekitar 200 ribu bph.
Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, BP Azerbaijan yang pada hari Selasa pasca gempa bumi mengumumkan force majeure untuk pengiriman minyak mentah Azeri dari pelabuhan Turki Ceyhan, pada hari Kamis mengatakan bahwa minyak mentah Azeri tetap mengalir, meskipun untuk kegiatan ekspor masih tetap dihentikan. Seorang agen pengiriman mengatakan bahwa dibutuhkan waktu untuk memulai ekspor kembali dalam 2 hari hingga 10 hari. Berita tersebut mengindikasikan bahwa gempa yang berlangsung pada Senin pagi tersebut tidak sampai menyebabkan kerusakan fatal pada jaringan pipa dan infrastruktur lainnya secara serius.
Sementara itu, permintaan minyak mentah di China mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan terutama dalam bentuk bahan bakar, seiring dengan meningkatnya aktivitas perjalanan pasca pencabutan kebijakan zero-Covid. Produk turunan minyak dari Rusia ke China meningkat tajam ke rekor tertinggi pada bulan Januari dengan total impor sebesar 3.89 juta barel, kutip data dari Kpler, konsultan terkemuka untuk sektor komoditas. Kpler juga menambahkan bahwa angka tersebut berpotensi terlampaui pada bulan Februari ini, dengan total volume yang dilacak oleh Kpler di angka 6.75 juta barel.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $75 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:00 | USA - Michigan Consumer Sentiment |
| 65 | 64.9 |
22:00 | USA - Michigan Consumer Expectations |
| 62.9 | 62.7 |
22:00 | USA - Michigan Inflation Expectations |
| 3.8% | 3.9% |