Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Meredup Dibayangi Laporan API Serta Proyeksi Goldman Sachs
Minyak Meredup Dibayangi Laporan API Serta Proyeksi Goldman Sachs
Wednesday, 28 September 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

0.95920

-0.36%

GBPUSD

1.07310

-0.62%

AUDUSD

0.64350

-0.51%

NZDUSD

0.56410

-0.76%

USDJPY

144.760

0.01%

USDCHF

0.99140

0.24%

USDCAD

1.37240

0.31%

GOLDUD

1629.000

-0.29%

COFU

78.08

-0.54%

USD/IDR

15150

0.26%

Fokus Crude Oil:

  1. Goldman Sachs pangkas proyeksi harga minyak untuk kuartal IV tahun ini dan tahun depan.
  2. Rusia kemungkinan akan mengusulkan pemangkasan produksi sebesar 1 juta bph pada pertemuan OPEC+ mendatang.

***************************************************************

Rabu, 28 September 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi turun tipis pasca rilisnya laporan API serta proyeksi harga minyak terbaru dari Goldman Sachs. Meski demikian, menguatnya indikasi pemangkasan produksi OPEC+ dan ancaman Badai Ian membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan naik sebesar 4.15 juta barel, ungkap laporan yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 23 September. Untuk stok bensin juga dilaporkan naik sebesar 3.23 juta barel. Kenaikan stok minyak mentah serta bensin tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan angka resmi versi pemerintah yang akan dirilis malam nanti oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA).

Turut membebani pergerakan harga minyak, perusahaan bank investasi dan jasa keuangan multinasional terkemuka asal AS, Goldman Sachs pada hari Selasa memangkas perkiraan harga minyak seiring dengan meningkatnya tanda-tanda perlambatan ekonomi global. Harga minyak untuk tiga bulan terakhir tahun ini direvisi turun menjadi $100 per barel, dari sebelumnya $125 per barel, dan untuk proyeksi harga tahun 2023 direvisi menjadi $108 per barel, dari sebelumnya $125 per barel. Meski demikian, Goldman Sachs mengatakan bahwa ada potensi bagi harga untuk naik dari level saat ini, karena aliansi OPEC+ diperkirakan akan mempertahankan produksinya mendekati level saat ini untuk sisa tahun 2022, sehingga menjaga pasokan di pasar tetap ketat.

Sementara itu, Rusia kemungkinan akan mengusulkan agar OPEC+ mengurangi produksi minyak sekitar 1 juta bph pada pertemuan 5 Oktober nanti, ungkap sumber pada hari Selasa. Pernyataan tersebut semakin menguatkan keyakinan akan arah keputusan OPEC+, terlebih dengan situasi harga minyak saat ini yang sedang turun, serta ditambah dengan kesulitan beberapa anggota OPEC+ untuk memenuhi target peningkatan produksi dalam beberapa bulan terakhir.

Sentimen positif lain juga datang dari ancaman Badai Ian yang memasuki Teluk Meksiko pada hari Selasa dan berdampak pada penutupan sekitar 10% perusahaan produsen minyak AS di wilayah tersebut untuk keperluan evakuasi. Badai Ian menjadi badai pertama tahun ini yang mengganggu produksi minyak dan gas di Teluk Meksiko AS, yang menjadi pusat produksi energi AS dan memasok sekitar 15% minyak mentah serta 5% gas alam.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $74 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:30

USA - EIA Crude Oil Domestic Production

 

 

12.100M

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

0.443M

1.142M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

0.709M

1.569M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788